Breaking News:

Berita Dumai

Ironis, Dumai Kota Penghasil Minyak Tapi Nelayan Sulit Dapatkan Solar Subsidi untuk Melaut

Sejak kenaikan BBM Subsidi untuk mendapatkan Solar di SPBUN Dumai, terbilang sulit, karena sering kehabisan, akibat kuota BBM yang terbatas.

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru/Doni Kusuma
Nelayan Kota Dumai siap untuk melaut 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI- Kota Dumai, merupakan salah satu masyarakatnya berprofesi sebagai Nelayan, bahkan ada ratusan nelayan di kota Dumai, yang menggantungkan hidup dari hasil tangkapan dilaut.

Namun, sejak bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi Naik, ternyata berimbas terhadap stok di stasiun pengisian bahan bakar umum nelayan (SPBUN) di Kota Dumai, tentunya dengan stok terbatas banyak nelayan Dumai, yang tidak bisa melaut akibat tak kebagian BBM di SPBUN.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu nelayan Dumai, Iwan mengaku, sering tak mendapat solar subsidi akibat tidak kebagian solar di SPBUN Dumai.

Ia menambahkan, untuk sekali melaut dirinya bersama rekan rekan di satu kapal harus menyiapkan setidaknya 50 liter Solar untuk tiga hari, dan 100 liter Solar ‎untuk satu Pekan Melaut.

"Jadi sejak BBM Naik, kok kuota BBM di SPBUN malah dikurangi, jadi kami nelayan sering gak kebagian solar subsisi kalau mau melaut, jadi heran," katanya, Kamis (22/9/2022)

Iwan mengaku, dampak dari tak kebagian BBM tentunya Ia tak bisa melaut, hingga berdampak pada dapur yang tak "berasap"‎.

Untuk itulah diharapkan ada solusi dari pemerintah terkait kuota yang BBM yang sering habis ini.

"Macam mana dapur nak berasap, kalau kami tak melaut, saya aja nelayan Dumai, sering ‎tak kebagian BBM, apalagi nelayan Rupat yang juga ngambil solar di Dumai, jadi harus ada upaya dari pemerintah agar BBM mudah didapat jadi kami nelayan tak terganggu untuk melaut," tambahnya.

Sementara, tokoh Nelayan Dumai, Abdul Muis membenarkan bahwa Ia sering mendapatkan laporan dari nelayan Dumai, dan Rupat terkait gagal melaut akibat tak kebagian BBM Solar Di SPBUN. ‎

Diakuinya, sejak kenaikan BBM Subsidi untuk mendapatkan Solar di SPBUN Dumai, terbilang sulit, karena sering kehabisan, akibat kuota BBM yang terbatas.

"Terkait masalah BBM ini, sudah kita layangkan surat ke Dinas perikanan Provinsi dan pihak Pertamina untuk menambah kuota BBM bagi nelayan," sebutnya.

Abdul Muis tidak mempermasalahkan kenaikan harga BBM namun ketersedian BBM bagi nelayan wajib dipenuhi, karena sejak BBM Naik, kuota BBM khusus Nelayan malah berkurang, sehingga banyak nelayan yang tak bisa melaut akibat tak kebagian BBM.

"Kami minta Pertamina dan Dinas Terkait untuk menambah kuota BBM bagi nelayan, karena banyak nelayan yang tak bisa melaut karena tak kebagian BBM," pungkasnya.

(Tribunpekanbaru.com/donny kusuma putra)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved