Breaking News:

Berita Riau

Lebih Sering Tayangkan Kegiatan Pejabat, Fitra Sebut Pemprov Buang Uang untuk Pengadaan Videotron

Videotron yang ada saat ini yang terletak di Jalan Sudirman juga tidak memberikan efek sarana informasi yang utuh bagi publik.

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru/dodivladimir
Sejumlah kendaraan melintas didepan videotron yang berada di Persimpangan SKA, Pekanbaru, Senin (30/4). Satu unit videotron masih terpasang dipersimpangan tersebut, sebelumnya satu unit videotron sudah dibongkar dikarenakan mengganggu rencana pembangunan fly over yang mulai dikerjakan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau menyoroti anggaran pengadaan videotron yang di wacanakan Diskominfotik Provinsi Riau di APBD Perubahan 2022.

Fitra menilai pengadaan sebesar Rp2,9 miliar itu sangat tidak jelas fungsi dan kegunaannya.

Manager Advokasi Fitra Taufik mengatakan, videotron yang ada saat ini yang terletak di Jalan Sudirman juga tidak memberikan efek sarana informasi yang utuh bagi publik.

Terlihat, videotron yang di pampang di depan kantor Gubenur Riau juga hanya berisi informasi yang berkaitan dengan kegiatan kepala daerah saja.

"Seharusnya informasi yang dibutuhkan oleh publik adalah informasi utuh yang bukan hanya berisi pada video kegiatan pencitraan kepala daerah melainkan informasi yang berkaitan dengan keterbukaan informasi yang misalnya dengan anggaran publik,"ujar Taufik.

Menurutnya, pertanggung jawaban dan pemanfaatan pelaksanaan anggaran, informasi belanja per OPD atau informasi terkait dengan perizinan di sektor Sumber Daya Alam, yang diumumkan secara baik melalui konten yang ada di videotron tersebut.

Seharusnya, kata Taufik, Videotron yang ada saat ini harus dioptimalkan dahulu terkait penyajian informasi. Jangan menambah pengadaan saja, tapi yang ada saat ini juga masih butuh evaluasi.

"Pertanyaan saya apakah pernah Dinas Kominfo melakukan sedikit survey kepada publik Riau apakah urgensi pembangunan videotron tersebut sebelum diwacanakan akan ada penambahan unit lagi,"ujar dia.

Menurut Taufik, itu tidak pernah dilakukan oleh Kominfo sendiri dan tak pernah terdengar artinya pengadaan videotron ini hanya terkesan proyek tanpa dasar dipikirkan asas kebermanfaatannya.

Ia menyebut, sarana publikasi lain selain videotron yang ada saat ini yang dimiliki oleh pemerintah, seperti website dan kanal aplikasi menunjang informasi publik masih butuh peningkatan yang lebih baik terkait sarana informasi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved