Breaking News:

Berita Kepulauan Meranti

Minta PT RAPP Hentikan Operasi, Bupati Kepulauan Meranti Akan Surati Presiden Jokowi

Bupati Adil menilai selama sengketa lahan yang terjadi antara PT RAPP dengan masyarakat belum selesai maka operasional perusahaan belum bisa dilakukan

Penulis: Teddy Tarigan | Editor: CandraDani
istimewa
Bupati Kepulauan Meranti H. Muhammad Adil didampingi Kepala PMD Irmansyah. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, H Muhammad Adil SH MM meminta dengan tegas agas PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) menyelesaikan permasalahan lahan di Pulau Padang, Kecamatan Tasik Putri Puyu.

Dia mengungkapkan permasalahan lahan ini bukan pertama kalinya, bahkan sudah sering terjadi.

Untuk itu, dia meminta pihak perusahaan agar menyelesaikan permasalahan lahan sebelum beroperasional.

Dirinya menilai selama Sengketa Lahan yang terjadi antara perusahaan dengan masyarakat belum selesai maka, operasional perusahaan belum bisa dilakukan.

"Sebetulnya RAPP dari dulu sama saya memang begitu. Jadi sebetulnya sebelum clear tidak boleh beroperasi,” tegas Bupati.

Tak hanya itu, Bupati Adil menegaskan akan menyurati Presiden Jokowi untuk melakukan penghentian oprasional di wilayah yang masih bermasalah.

“Makanya kalau belum clear juga, saya akan mengeluarkan surat ke pak jokowi untuk melakukan penghentian sementara,” tagasnya.

Sebelumnya, Ketua Tim penyelesaian konflik lahan RAPP dengan masyarakat, Drs H Irmansyah MSi menjelaskan, Senin (12/9/22) lalu, mengatakan tim turun ke lapangan ditemukan 2 persoalan utama. Tim yang turun diantaranya, Pemkab Meranti, camat, kades, BPN dan pihak RAPP.

"Kita kemarin turun ke dua wilayah yakni, Kecamatan Tasik Putri Puyu dan Kecamatan Merbau. Dua kecamatan tersebut berada di Pulau Padang yang menjadi lokasi HTI PT RAPP di Meranti. Dua kriteria temuan kita di lapangan diantaranya, lahan yang sudah clean dan clear dan siap di sagu hati. Kemudian, lahan yang tumpang tindih," ungkapnya.

Irmansyah yang juga Asisten I Setdakab Meranti itu merincikan bahwa lahan yang sudah clean dan clear serta tidak ada masalah tinggal disagu hati saja.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved