Breaking News:

Vaksin Meningitis Langka, Calon Jemaah Umrah Terhambat ke Tanah Suci

Kelangkaan Vaksin Meningitis membuat calon jemaah Umrah di Riau kelimpungan. Mereka terhambat untuk berangkat ke tanah suci

Editor: Rinal Maradjo
instagram
Vaksin Meningitis langka 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kelangkaan vaksin meningitis tidak saja terjadi di jawa atau luar Sumatera, di Riau pun terjadi hal yang sama. Alhasil, dampak kelangkaan ini membuat keberangkatan jamaah umrah ke Tanah Suci terhambat.

Baik kalangan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) maupun para jamaah, sama - sama mengeluhkan kelangkaan vaksin meningitis yang terjadi saat ini.

Sebagian jamaah asal Pekanbaru mesti mencari vaksin jauh - jauh seperti ke Tembilahan dan Dumai.

Bahkan beberapa jamaah menghadapi kendala serius saat keberangkatan dikarenakan bagi yang tidak memiliki kartu vaksin manginitis, maka akan ditahan saat keberangkatan di pelabuhan maupun bandara.

"Benar, bisa jadi langka tidak tersedia atau dampak dari terbatasnya layanan yang diberikan. Seperti kita ketahui KKP Pekanbaru hanya melayani 100 jamaah yang akan vaksin, sementara permintaan tinggi," ujar Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Riau Junaidi, Jumat (23/9/9/2022).

Dikatakannya, pembatasan layanan 100 orang per hari dengan sistem pendaftaran online cukup mempengaruhi.

Pasalnya, yang mendaftar online itu bukan berdasarkan prioritas siapa yang akan berangkat lebih dulu.

Dengan kata lain, bagi yang akan berangkat umrah dalam waktu dekat dan belum vaksin, sementara slot vaksin sudah penuh sampai 20 Oktober nanti maka jamaah tersebut akan panik.

"Kalau tidak salah slotnya sudah penuh sampai tangga; 17 atau 20 Oktober. Nah, sekarang ada jamaah yang akan berangkat tanggal 10 misalnya, maka akan pontang panting mencari slot yang kosong seperti ke Tembilahan. Kalau orang tua yang sudah berumur, kan kita kasihan. Beberapa hari yang lalu di Dumai juga kendala, karena belum vaksin. Kita berharap pemerintah dan otoritas berwenang memperhatikan ini," ungkap Junaidi.

Terpisah, staf Muhibbah Travel Ezi juga mengatakan hal yang sama terkait kendala terbatasnya layanan vaksin.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved