Senin, 18 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Apa Itu Majas Metafora? Metafora Adalah Kiasan, Berikut Contoh Majas Metafora

apa itu majas metafora. Ini contoh Majas metafora. Majas metafora disebut sebagai gaya bahasa perbandingan langsung

Tayang:
Editor: Muhammad Ridho
Gambar oleh Free-Photos dari Pixabay
Apa Itu Majas Metafora? Metafora Adalah Kiasan, Berikut Contoh Majas Metafora 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sudah tahukah anda apa itu majas metafora ?

Istilah ini sering dibahas dalam pelajaran bahasa Indonesia , namun banyak yang lupa maksud apa itu majas metafora .

Apalagi bagi kita yang jarang menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, tentunya sudah tidak ingat lagi apa itu majas metafora .

Secara garis besar, majas dikelompokkan ke dalam empat jenis sesuai fungsinya seperti majas perbandingan, majas penegasan, majas pertentangan, hingga majas sindiran.

Namun, majas memiliki banyak nama, seperti personifikasi, hiperbola, simile, litotes, metafora, dan lain sebagainya.

Majas metafora disebut sebagai gaya bahasa perbandingan langsung karena tidak mempergunakan kata-kata pembanding.

Menurut Rachmat Djoko Pradopo dalam Pengkajian Puisi (1990), metafora ini bahasa kiasan seperti perbandingkan, hanya saja tidak menggunakan kata pembanding.

Bahasa kiasan ini terdiri dari dua bagian. Bagian tersebut ialah term pokok dan term kedua.

Term pokok menyebutkan hal yang dibandingkan, sedangkan term kedua untuk membandingkan. Posisinya tidak perlu berurutan.

Berikut contoh majas metafora:

Hitam dosa merong-rong diriku

Presiden Amerika tersulut api amarah

Adukku cinta buta dengan idolanya

Bertemu sang pujaan, hatiku berombak

Sepulang kerja, wajah lemon terpampang

Teman-teman pasang muka tembok

 Jangan sampai tertipu buaya darat

Yang ia tampilkan hanya air mata buaya

Pengacara itu kepala batu

Dani jadi buah bibir

Pagi ini sarapan api

Nasi diaduk dengan air mata

Aku adalah binatang jalang

Gemericik tawa memenuhi ruang tamu

Langit pucat tanda akan hujan

Dia cari muka di hadapan atasan

Macet membuat naik darah

Ibu dulu adalah kembang desa

Siswa yang sering dirundung merasa rendah diri

Sukses di perantauan sampai lupa daratan

Tak ada yang ingin berurusan dengan meja hijau

Selama menganggur aku seperti sampah masyarakat

Ali selalu jadi anak emas guru Bahasa Indonesia

Malas baca jadi otak udang

( Tribunpekanbaru.com )

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved