Breaking News:

Berita Pekanbaru

APBD Perubahan tahun 2022 Pekanbaru, Ada Pergeseran Rp 10 Miliar untuk Perbaikan Ruas Jalan Rusak

Pj Wali Kota Pekanbaru, Muflihun mengklaim perbaikan ruas jalan rusak menjadi satu prioritas jelang penghujung tahun 2022.

Penulis: Fernando | Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang
Ruas jalan rusak di Jalan Yos Sudarso, Kota Pekanbaru, Sabtu (24/9/2022) kemarin menelan korban. Ada dua kecelakaan terjadi akibat kehilangan kendali usai melintas di ruas jalan rusak itu pada Sabtu sore. 

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU- Penandatangan nota kesepahaman tentang KUA PPAS APBD Perubahan Kota Pekanbaru Tahun 2022 sudah dilakukan, Selasa (27/9/2022).

Pj Wali Kota Pekanbaru, Muflihun mengklaim perbaikan ruas jalan rusak menjadi satu prioritas jelang penghujung tahun 2022.

Muflihun mengaku menambah anggaran untuk operarional dan perawatan atau OP jalan sebanyak Rp 10 miliar.

Anggaran itu berada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kita Pekanbaru.

"Kita sedikit menambah OP di PUPR, karwna kita sudah berjanji ke masyarakat menuntaskan jalan berlubang," paparnya usai rapat paripurna.

Dirinya menyebut bahwa anggaran tambahan itu bukan anggaran baru.

Namun hanya pergeseran anggaran dari program yang tidak penting.

Dirinya mengaku tidak ada penambahan anggaran pada APBD perubahan tahun ini.

Ia mengaku pemerintah kota tidak sanggup ketika ada tambahan anggaran belanja.

"Kalau kita tambah, kita tidak akan sanggup. APBD tidak akan mencukupi," akunya.

Muflihun mengaku pemerintah kota menghindari adanya tunda bayar di tahun mendatang.

Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Pekanbaru bersama Badan Anggaran DPRD Kota Pekanbaru pun sepakat.

"Kita sudah keluarkan kegiatan yang tidak strategis, tidak urgent, maka angkanya tetap," paparnya.

Walau tidak ada penambahan anggaran, ada juga penambahan anggaran dari Dana Alokasi Umum (DAU).

Ada juga tambahan dari Dana Bagi Hasil (DBH).

Dirinya mengaku bahwa tidak ada penambahan anggaran pada APBD perubahan kali ini karena target pendapatan daerah dari sektor retribusi mustahil tercapai.

Ia mengaku pesimis retribusi tercapai di angka Rp 100 miliar.

"Maka untuk APBD murni ke depannya, kita upayakan agar lebih optimal. Terutama dari sektor pendapatan," ujarnya.

( Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved