Breaking News:

Berita Riau

Update Kasus Pengeroyokan Oknum Polwan di Riau, Kejati Belum Terima SPDP, Korban Dilaporkan Balik

Kasus pengeroyokan yang diduga dilakukan Oknum Polwan di Riau dan ibunya masih bergulir. Kejati Riau belum terima SPDP dan korban dilaporkan UU ITE

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Nurul Qomariah
ISTIMEWA
Kolase screenshot video unggahan korban yang mengaku dianiaya Oknmum Polwan di Riau di akun Instagram pribadinya @ririapriliaaaaa. Kini korban dilaporkan balik dengan dugaan UU ITE. Sementara kasus pengeroyokan masih bergulir. 

Maka dari itu, Polda Riau berkomitmen untuk melindungi masyarakat, dengan melakukan penegakan hukum yang berkeadilan.

"Penyidik telah melakukan serangkaian penyidikan, diawali pemeriksaan terhadap saksi-saksi, termasuk korban dan terlapor. Kemudian penyidik juga telah melakukan gelar perkara pada hari ini, dan menetapkan 2 orang terlapor yakni IDR dan YUL sebagai tersangka," kata Kombes Pol Sunarto.

Lanjut Kombes Sunarto, tak hanya terjerat pidana, tersangka IDR juga dinyatakan bersalah melakukan pelanggaran kode etik kepolisian. Ini setelah yang bersangkutan menjalani proses pemeriksaan oleh tim Bidang Propam Polda Riau.

Ketika itu, IDR bahkan dijemput langsung oleh tim propam dan digelandang ke Markas Polda Riau.

Tak hanya IDR saja, tim Propam juga ikut memeriksa sejumlah saksi lainnya, termasuk korban.

"Tersangka IDR telah ditahan dan ditempatkan di sel tahanan khusus oleh Propam Polda Riau," ucap Kombes Sunarto.

Kabid Humas Polda Riau menuturkan, untuk ibu dari IDR, yakni tersangka YUL, terhadapnya tidak dilakukan penahanan. Hal ini dikarenakan ada sejumlah pertimbangan dari penyidik.

Diantaranya, tersangka YUL dinilai kooperatif selama menjalani proses hukum, serta alasan kemanusiaan, dimana ia harus merawat cucunya, yakni anak dari tersangka IDR.

Kabid Humas menambahkan, saat ini penyidik tengah melengkapi berkas perkara kedua tersangka, untuk selanjutnya dikirim ke kejaksaan.

Pelapor Dilaporkan Balik dengan Pasal UU ITE

Sementara itu korban berinisial RAK (27), yang melaporkan Oknum Polwan di Riau berpangkat Brigadir inisial IDR dan ibunya YUL, kini malah dilaporkan terkait dugaan pelanggaran UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Sebelumnya, RAK melaporkan pengeroyokan yang menimpanya ke Polda Riau.

Terlapor oknum Polwan berinisial IDR yang diketahui berdinas di BNNP Riau, serta ibunya YUL, sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Ditreskrimum Polda Riau, selaku pihak yang menangani perkara.

Tersangka IDR, sudah ditahan di tempat khusus tahanan Bidang Propam Polda Riau. Selain terjerat tindak pidana, IDR juga dinyatakan telah melanggar kode etik kepolisian atas perbuatan yang dilakukannya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved