Breaking News:

Video Puan Cemberut Sambil Bagi-bagi Kaos di Jabar, PDIP Angkat Bicara

Dalam video tersebut juga terlihat, Puan Maharani melemparkan kaos yang bergambar dirinya itu ke belakang tanpa menoleh.

Tangkapan layar YouTube MetroTV
Puan Maharani bagi bagi kaos sambil cemberut dan ngomel 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Video Puan Maharani sedang bagi-bagi kaos dengan wajah yang cemberut viral di sejumlah media sosial.

Dalam video tersebut juga terlihat, Puan Maharani melemparkan kaos yang bergambar dirinya itu ke belakang tanpa menoleh.

Di dalam video itu, terlihat Puan yang mengenakan kemeja hitam membagi-bagikan kaos berwarna hitam. 

Tak sampai di sana, Puan juga tampak marah kepada pengawal pribadinya  (walpri) yang memegang kaos tersebut. '

Alhasil, wajahnya pun tampak cemberut, tanpa senyum sedikit pun.

Video ini pun viral di media sosial. Sejumlah netizen pun menyoroti ekspresi Puan.

Ketua DPP PDI-P Said Abdullah angkat bicara mengenai video yang viral.

Peristiwa itu terjadi belum lama ini di wilayah Jawa Barat, yang sempat disebut Puan sebagai "kandang banteng".

Menurut dia, raut wajah puan yang cemberut lantaran walprinya yang tidak menjalankan tugasnya dengan benar.

Sedianya, kata dia, seorang walpri tidak membagikan kaos, karena hal itu merupakan tugas elite parpol.

"Mbak Puan kaget, 'lho kok kamu yang megang kaos?' Mbak Puan itu nanya, bukan marah.

'Kok kamu yang pegang kaos? Kan seharusnya bukan kamu. Kamu menjaga tugas'," ujar Said saat ditemui Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (27/9/2022).

"Walpri kan enggak boleh bagi-bagi kaos. Ya dong. 'Kamu kenapa (megang kaos)?' Kaget Mbak Puan, gitu lho," sambungnya.

Di samping itu, ia menambahkan, sambutan masyarakat di luar prediksi Puan dan tim.

"Mbak Puan itu sangat familiar, sangat humble kalau ketemu sama masyarakat. Kalau Mbak Puan itu tidak humble, seakan-akan mukanya Mbak Puan tidak merakyat, kemudian untuk apa kira-kira Mbak Puan turun ke bawah," katanya.

Ia mengatakan, Puan selalu ingin turun ke bawah untuk tahu apa yang sesungguhnya diinginkan oleh masyarakat.

"Kita ini kalau mau berpikir sehat, apa iya turun ke masyarakat tiba-tiba marah-marah, muka ditekuk, apa iya? Kan sia-sia turun. Dan itu bukan tipikal Mbak Puan," imbuh Said.

(*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved