Breaking News:

Berita Riau

Kasus Kematian Akibat DBD di Riau Bertambah Lagi, Terbanyak Ditemukan di Daerah Ini

Jumlah kasus kematian akibat DBD di Riau terbanyak ditemukan di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dengan jumlah kasus kematian sebanyak 4 orang.

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: CandraDani
Istimewa
Tim dari Dinas Kesehatan Pekanbaru melakukan fogging atau pengasapan di satu kawasan Kota Pekanbaru. Pasca menemukan kasus DBD di kawasan tersebut. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Jumlah warga Riau yang meninggal dunia akibat penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Riau terus bertambah.

Jika sebelumnya ada 10 kasus kematian akibat DBD, jumlah ini bertambah satu kasus.

Terbaru, kasus kematian akibat DBD ditemukan di Kota Pekanbaru.

Sehingga total kasus kematian akibat DBD di Riau sebanyak 11 kasus.

"Iya ada tambahan satu kasus lagi di bulan Agustus kemarin di Kota Pekanbaru," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zainal Arifin, Rabu (28/9/2022).

Dari data yang dirilis Dinas Kesehatan Riau tercatat jumlah kasus kematian akibat DBD terbanyak ditemukan di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dengan jumlah kasus kematian sebanyak 4 orang.

Kemudian di Kampar dan Indragiri Hulu masing-masing 2 kasus.

Selanjutnya di Bengkalis, Indragiri Hilir dan Pekanbaru masing-masing satu kasus.

"Hingga Agustus kemarin total kasus DBD di Riau sebanyak 1.488 kasus," ujarnya.

Kasus DBD terbanyak ditemukan di Pekanbaru dengan total kasus sebanyak 627 kasus, kemudian di Kampar 183 kasus, Rohul 142 kasus, Pelalawan 67 kasus, Inhu 25 kasus, Kuansing 60 kasus, Inhil 61 kasus, Bengkalis 51 kasus, Dumai 91 kasus, Siak 112 kasus, Rohil 50 kasus dan Meranti sebanyak 19 kasus.

"Kita perkirakan peningkatan kasus DBD di Riau akan terjadi pada bulan November dan Januari. Tren kenaikannya sudah mulai terlihat pada September ini," katanya.

Untuk itu, pihaknya mengingatkan kepada seluruh kabupaten kota agar melakukan pencegahan mulai saat ini.

Sehingga pada puncaknya yang diprediksi akan terjadi pada November dan Januari 2023 nanti tidak terjadi peningkatan yang signifikan.

"Kegiatan penanggulangan dan pencegahan harus difokuskan mulai saat ini guna mencegah terjadinya peningkatan kasus DBD yang lebih tinggi lagi," sebutnya.

( Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgio)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved