Breaking News:

Oknum Kades di Pelalawan Terlibat Perambahan Lahan TNTN, Kepala Balai Diancam Bunuh

Separuh kawasan TNTN di Pelalawan Riau berubah menjadi kebun sawit. Para perambah mengantongi SKT yang diterbitkan oleh oknum kepala desa

ISTIMEWA
kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) dirambah untuk dijadikan kebun kelapa sawit 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Para perambah kawasan hutan lindung di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau mengancam akan membunuh Kepala Balai TNTN.

Ancaman itu ditulis oleh para pelaku di dinding kantor Balai TNTN menggunakan cat hitam.

Ancaman itu muncul pasca Kepala Balai TNTN Heru Sutmantoro mengungkap adanya perambahan lahan kawasan TNTN seluas puluhan hektar. 

TNTN yang awalnya tercatat seluas 81.000 hektar itu merupakan habitat dari kawanan gajah sumatera dan satwa dilindungi lainnya.

Namun, Heru Sutmantoro menyatakan 40 ribu hektar kawasan TNTN beralih fungsi menjadi kebun kelapa sawit.

Sebagian dari itu ada keterlibatan oknum kepala desa.

Dari penangkapan itu pula, terungkap Kepala Desa (Kades) Air Hitam di Pelalawan menerbitkan surat keterangan tanah (SKT) di dalam kawasan TNTN.

"(Kepala Desa) itu sempat mengaku sudah 1.500 SKT yang diterbitkan dalam kawasan Taman Nasional. Satu SKT itu luasnya ada yang 2 hektar. Tapi enggak tahu juga apakah ada yang lebih. Kami tidak tahu juga apakah SKT itu diperjualbelikan. Yang jelas penerbitan surat tanah di dalam kawasan hutan lindung menyalahi aturan," ungkap Heru saat diwawancarai Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (28/9/2022).

Oleh sebab itu, Heru mengirimkan surat untuk meminta menghentikan dan mencabut kembali SKT tersebut.

Namun Heru mendapat ancaman dari ratusan orang yang merupakan pelaku perambahan lahan.

Hingga saat ini pihak yang  berwajib sudah mengamankan 9 orang.

"Sisanya itu yang mesti kita selamatkan dari pelaku perambahan hutan. Meski ada tekanan-tekanan, tetapi kami akan terus maksimal melakukan pencegahan dengan patroli di dalam hutan setiap hari," tegas Heru.

(*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved