Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Kajari Rohil Musnahkan Barang Bukti 142 Perkara Pidana Umum

Barang bukti yang dimusnahkan di Halaman Kantor Kejari Rohil, Batu Enam, Bagansiapiapi ini telah mempunyai Kekuatan Hukum tetap atau inkracht

Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: didik ahmadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, BAGANSIAPIAPI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Rokan Hilir (Rohil) memusnahkan Barang Bukti dari sebanyak 142 Perkara Tindak Pidana Umum, Rabu (28/9/2022) sekitar Pukul 10.00 WIB.

Barang bukti yang dimusnahkan di Halaman Kantor Kejari Rohil, Batu Enam, Bagansiapiapi ini telah mempunyai Kekuatan Hukum tetap atau inkracht dari bulan Maret sampai bulan Agustus 2022.

Jenis Barang Bukti Tindak Pidana Umum yang dimusnahkan yaitu narkotika jenis sabu dengan berat bersih 102,63 gram, pil Extacy dengan jumlah 54 butir dan daun ganja kering dengan berat bersih 74,2 gram.

Barang Bukti lain yang turut dimusnahkan, yaitu, potongan Kayu 2 batang, baju dan celana 31 Helai, handphone 7 unit, parang 3 buah, Kartu ATM 16 buah, alat Hisap 25 buah, timbangan digital 26 buah, kartu remi 2 kotak, rokok 37 bungkus, tas 16 buah, pipet dan alat hisap 106 buah, gunting 24 buah dan dompet 35 buah.

Barang bukti narkotika dimusnahkan dengan cara dilarutkan dengan air dan diblender. Barang bukti lainnya dimusnahkan dengan cara dihancurkan dan dibakar di dalam drum-drum dan untuk senjata tajam menggunakan alat pemotong.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Rohil secara simbolis ikut menghancurkan barang bukti didampingi Komandan Rayon militer 01, Kanit Reskrim Polsek Bangko, Kasubag Umum Dinas Kesehatan Rohil, Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Umum dan Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan serta Kasi Intelijen.

Kajari Rohil Yuliarni Appy, SH, MH, menjelaskan, tujuan pemusnahan barang bukti tersebut untuk melaksanakan putusan Pengadilan yang telah mempunyai kekuatan Hukum tetap yang merupakan tugas dan wewenang jaksa, sebagaimana yang diamanatkan dalam Pasal 270 KUHAP dan dalam Pasal 30 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Perubahan atas undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia.

“Kegiatan ini merupakan komitmen kejaksaan dalam pelaksanaanya sebagai eksekutor, yakni tidak hanya melaksanakan tugas sebagai pelaksana eksekusi pidana badan tetapi juga terhadap barang bukti,” ungkap Kajari Rohil.

Kajari menambahkan, pemusnahan barang bukti ini dilaksanakan agar meminimalisir penyalahgunaan barang bukti dan mencegah terjadinya hal – hal yang tidak diinginkan.

“Sehingga barang bukti ini nantinya tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu harus kita musnahkan sesuai amanat Undang – Undang,” pungkas Kajari Rohil.

( Tribunpekanbaru.com/T Muhammad Fadhli).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved