Breaking News:

Berita Kepulauan Meranti

Buaya Serang Warga di Kepulauan Meranti, Korban Nekat Lakukan Ini Saat Digigit

Peristiwa buaya serang warga di Kepulauan Meranti kembali terjadi. Dalam beberapa Minggu ini tercatat ada 2 kasus

Penulis: Teddy Tarigan | Editor: Ariestia
tribun
Peristiwa buaya serang warga di Kepulauan Meranti kembali terjadi. Dalam beberapa Minggu ini tercatat ada 2 kasus. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Peristiwa buaya serang warga di Kepulauan Meranti kembali terjadi.

Dalam beberapa Minggu ini tercatat ada 2 kasus kejadian. Walaupun belum menelan korban jiwa, namun luka yang diakibatkan terkaman predator itu menimbulkan luka yang cukup serius.

Sebelumnya pada Selasa, 20 September 2022 lalu, pekerja kilang sagu bernama Sakiman (44) terluka parah karena diterkam buaya saat sedang bekerja mengikat tual sagu di Sungai Suir Kiri, Desa Lukun, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Namun warga Kebumen, Jawa Tengah itu nyawanya masih bisa terselamatkan. Dimana sekujur tubuhnya penuh luka robek akibat gigitan Buaya.

Luka paling parah berada bagian pinggang belakang, lengan dan kaki.

Kini kejadian pekerja kilang Sagu yang diterkam buaya kembali terjadi. Kali ini predator ganas itu menerkam korban yang bernama Supanggih yang juga merupakan warga Kebumen, Jawa Tengah.

Supanggih yang bekerja di kilang sagu milik Alai yang terletak di Sungai Suir, tepatnya di Dusun Makam, Desa Tanjung, Kecamatan Tebingtinggi Barat itu diterkam pada Selasa (27/9/2022) sekira pukul 09:00 pagi.

Berdasarkan laporan dari warga, korban yang diterkam buaya ini kondisinya sangat memprihatinkan.

Dimana bokong sebelah kanannya robek.

Pria 63 tahun itu langsung dibawa ke RSUD Kepulauan Meranti menggunakan Ambulance untuk mendapatkan perawatan intensif.

Korban yang ditemui menjelaskan kronologi kejadian saat dirinya diterkam Buaya.

"Awalnya saya turun ke sungai untuk melakukan kerjaan mau menaikkan tual sagu dari sungai ke atas bangsal. Saat turun kedalam air saya langsung diterkam dan sempat berteriak minta tolong kepada teman yang berada di atas," ujarnya, Rabu (28/9/2022).

Dalam kondisi yang terlihat panik, Supanggih sempat memukul kepala buaya, sehingga predator tersebut berhenti menyerang, namun dia sudah dalam kondisi terluka parah.

"Saya berusaha melawan dan sempat memukul kepala buaya tersebut sehingga gigitannya terlepas. Saya berupaya naik ke atas tapi buaya masih sempat menerkam dan dengan aksi cepat saya akhirnya berhasil lepas dari serangan buaya tersebut tapi kondisi pantat saya sudah luka parah," ujarnya lagi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved