Breaking News:

Berita Pelalawan

Ratusan Orang Geruduk Kantor SPW TNTN di Desa Lubuk Kembang Bunga Pelalawan Kepala TNTN Diancam

Ratusan orang geruduk kantor SPW 1 Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau

Penulis: johanes | Editor: Nurul Qomariah
Istimewa
Ratusan orang geruduk kantor SPW 1 Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau. 

 

 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Ratusan orang geruduk kantor Seksi Pengelola Wilayah (SPW) 1 Balai Taman Nasional Tesso Nilo ( TNTN) di Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan.

Ratusan orang itu ingin bertemu dengan pejabat Balai TNTN pada Selasa (27/9/2022) lalu.

Masyarakat yang datang menggunakan sepeda motor dan kendaraan lainnya menyampaikan aspirasinya terkait surat dari Kepala Balai TNTN kepada Kepala Desa Air Hitam Kecamatan Ukui terkait penerbitan Surat Keterangan Tanah (SKT).

Bahkan ratusan warga itu mencoret dinding kantor SPW 1 TNTN itu dengan tulisan bernada ancaman.

Dari dokumentasi yang diperoleh Tribunpekanbaru.com isi coretan di antaranya, "Kami Anti TNTN UUD Pasal 30" serta "Kapala balai cabut laporan mu atau kepalamu kami cabut".

Dinding kantor SPW 1 TNTN Pelalawan dicoret dengan tulisan bernada ancaman.
Dinding kantor SPW 1 TNTN Pelalawan dicoret dengan tulisan bernada ancaman. ()

Demikian nada sebagain tulisan yang terpampang di dinding kantor SPW 1 TNTN menggunakan cat pilox warna hitam.

Saat dikonfirmasi, Kepala Balai TNTN Heru Sutmantoro S.Hut MM membenarkan adanya pergerakan massa yang mendatangi kantornya di Desa Lubuk Kembang Bunga, Ukui dua hari yang lalu.

Personil dari Polres Pelalawan, Polsek Ukui, petugas Balai TNTN langsung mengamankan lokasi dan situasi berangsur kondusif.

Massa akhirnya membubarkan diri dan pihak TNTN kembali membenahi kantor yang sebelumnya dicoret-coret oleh masyarakat.

"Kami menduga pemicu karena surat yang kami kirimkan ke Kepala Desa Air Hitam terkait penerbitan SKT di areal TNTN. SKT itu kita minta dihentikan dan dicabut kembali," ungkap Heru Sutmantoro kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (29/9/2022).

Heru Sutmantoro menceritakan, awalnya tim patroli Balai TNTN melakukan pengawasan dan pengamanan di areal taman nasional beberapa waktu lalu.

Pihaknya mendapati masyarakat yang menyumbang kayu di kawasan TNTN menggunakan chainsaw yang diprediksi buntuj membuka lahan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved