Breaking News:

Siapa Ibu Kandung dan Ayah Kandung Soeharto? Ini Nama dan Kisah Mereka

Banyak yang penasaran dengan siapa ibu kandung Soeharto dan siapa ayah kandung Soeharto ? Ini nama dan kisah cinta orangtua Presiden Kedua Indonesia

Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri
Istimewa
Siapa Ibu Kandung dan Ayah Kandung Soeharto? Ini Nama dan Kisah Mereka 

Sebab itu, ketika Kertoredjo naksir Sukirah, orangtua Sukirah tidak berpikir panjang lagi untuk segera menikahkan anak gadisnya.

Hanya dalam rentang waktu yang singkat setelah Kertoredjo bertemu dengan Sukirah, ijab kabul pun dilakukan oleh kedua belah pihak.

Mengikuti tradisi Jawa Tengah, di mana seorang laki-laki lumrah mengganti namanya saat menikah, resmi jadi suami Sukirah, Kertoredjo lalu berganti nama menjadi Kertosudiro .

Pernikahan yang awalnya diharapkan akan membawa bahagia oleh Sukirah ternyata justru membawa petaka dalam hidupnya.

Kertosudiro yang berprofesi sebagai petugas irigasi desa atau ulu-ulu, bukanlah tipe lelaki yang cukup bertanggung jawab.

Karena tidak ada hiburan (listrik belum masuk desa, hingga radio dan televisi belum ada), Kertosudiro jadi lebih banyak bermalas-malasan sambil berjudi dan merokok.

Semua uang dan harta yang dimiliki pasangan ini tersedot untuk modal judi Kertosudiro.

Tak hanya itu, perhiasan pribadi Sukirah yang dibawanya sejak gadis juga ludes tak berbekas.

Sukirah yang dirundung rasa frustrasi, dalam keadaan hamil tua ia nekat minggat dari rumah dan berniat kembali kepada orangtuanya.

Tapi sayang, Sukirah tidak diterima dengan tangan terbuka di rumahnya.

Sebab, tradisi Jawa pada masa itu memandang rendah istri yang meninggalkan suaminya.

Dalam keadaan tertekan dengan perilaku Kertosudiro dan ketidakramahan keluarganya, Sukirah sering bersembunyi dari satu kamar ke kamar lain, sambil melakukan puasa selama berhari-hari, yang dalam bahasa Jawa dikenal dengan sebutan ngebleng).

Akhirnya kesehatan Sukirah sontak anjlok! Dalam kondisi sangat drop, Sukirah melahirkan anak pertamanya yang diberi nama Soeharto yang berarti 'harta yang baik'.

Setelah itu, Soeharto yang baru berumur 40 hari diserahkan Sukirah pada Mbah Kromodiryo, bidan yang membantunya melahirkan, sekaligus adik perempuan nenek Soeharto dari pihak ayah.

Keputusan Sukirah itu karena dirinya khawatir akan kesehatannya yang semakin hari semakin memburuk.

Soeharto pun diurus Mbah Kromodiryo dan Sukirah mengurus perceraiannya dengan Kertosudiro.

Perebutan hak asuh pun terjadi.

Berdasarkan ketentuan hukum, hak asuh Soeharto jatuh ke tangan Sukirah.

Akan tetapi dengan berbagai pertimbangan akhirnya Sukirah sendiri justru kemudian menyerahkan hak asuh Soeharto kepada Kertosudiro.

Cuma saja, meski hak asuh sudah berpindah tangan, Soeharto tetap ikut Mbah Kromodiryo.

Setelah bercerai, tidak lama kemudian Kertosudiro menikah kembali dan memiliki empat orang anak.

Sukirah? Sama! Dia menikah lagi dengan laki-laki bernama Atmoprawiro, lalu punya tujuh orang anak yang salah satunya bernama Probosutedjo.

Jadi suami Sukirah, Atmoprawiro pun menyayangi Soeharto layaknya anak kandung.

Maka dari itu, dia meminta Sukirah untuk mengambil Soeharto dari Mbah Kromodiryo.

Singkat cerita, usaha Sukirah dan Atmoprawiro berhasil. Umur empat tahun, Soeharto kembali ke pelukan Sukirah.

Tapi, kebahagiaan yang dirasakan Soeharto dekat dengan ibunya tidak berlangsung lama.

Umur delapan tahun, Kertosudiro "menculik" Soeharto. Dia menyerahkan Soeharto pada adik perempuannya yang tinggal di Wuryantoro.

Kertosudiro menganggap Soeharto akan terawat lebih baik jika tinggal di sana.

Sebab, suami adiknya, Prawirowihardjo, adalah seorang mantri tani alias petugas tanah, yang mapan secara finansial serta berpendidikan tinggi.

Setahun berlalu, Soeharto yang sedang libur sekolah dibawa pulang oleh Atmoprawiro.

Hingga liburan berakhir, Sukirah dan Atmoprawiro ternyata tetap tidak mau melepaskan Soeharto.

Terdorong rasa sayang yang besar, Ibu Prawirowihardjo menjemput dan memohon agar Soeharto diperbolehkan kembali ke rumahnya.

Ibu Prawirowihardjo cemas akan pendidikan Soeharto jika tidak diperbolehkan kembali ke rumahnya!

Melihat kesungguhan ibu sembilan orang anak (salah satunya bernama Sudwikatmono) tersebut dalam berniat mengurus dan mendidik Soeharto seperti anaknya sendiri, Sukirah dan Atmoprawiro rela juga memberikan Soeharto.

Sejak saat itulah Soeharto baru punya "keluarga tetap".

Dia tinggal dengan tenang dan nyaman di rumah bulik-nya tersebut, sampai usai masa remaja dan mulai bekerja.

( Tribunpekanbaru.com / Pitos Punjadi )

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved