Breaking News:

Tim DVI Diturunkan Percepat Identifikasi Korban Kerusuhan Laga Arema vs Persebaya di Kanjuruhan

untuk saat ini Polri masih dalam fokusnya untuk melakukan identifikasi korban meninggal akibat kerusuhan supporter itu.

Editor: Sesri
SURYA/PURWANTO
Buntut Tragedi Kanjuruhan, FIFA Bisa Cabut Status Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Tim Disaster Victim Investigation (DVI) dikerahkan Mabes Polri untuk mengidentifikasi korban meninggal dunia dalam kerusuhan usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam.

Diketahui dalam insiden tersebut data sementara 127 orang meninggal dunia dan 180 orang lainnya mengalami luka-luka.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Mabes Polri Kombes Nurul Azizah mengatakan pengerahan tim DVI Mabes Polri ini bertujuan untuk mempercepat proses identifikasi korban meninggal.

Nantinya, tim DVI dari Mabes Polri yang dikerahkan itu selanjutnya akan berkoordinasi dengan tim DVI Polda Jawa Timur.

"Terkait dengan kasus yang di Malang saat ini Mabes polri menurunkan tim DVI ke Malang untuk berkoordinasi dengan tim DVI Polda Jawa Timur dan rumah sakit setempat guna mempercepat terlaksananya identifikasi korban," kata Nurul saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (2/10/2022).

Nurul menjelaskan, untuk saat ini Polri masih dalam fokusnya untuk melakukan identifikasi korban meninggal akibat kerusuhan supporter itu.

Baca juga: UPDATE Tragedi Kanjuruhan: Korban Tewas 130 Jiwa, 191 Orang Luka-Luka

Baca juga: Buntut Tragedi Kanjuruhan, FIFA Bisa Cabut Status Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023

Dengan begitu kata dia, belum ada penjelasan mengenai informasi lain perihal kondisi di Malang maupun terhadap penerapan pengamanan saat kejadian.

Kendati demikian, Nurul menyatakan bakal melakukan update jika sudah ada informasi lebih lanjut.

"Bahwa fokus Polri saat ini adalah melakukan identifikasi korban dan memberikan pertolongan medis kepada para korban yang saat ini masih dirawat di rumah sakit," kata Nurul.

Diketahui, insiden kerusuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, usai pertandingan Liga 1 antara Arema Malang menjamu Persebaya Surabaya.

Berdasarkan keterangan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta mengatakan, kerusuhan itu terjadi usai Aremania tidak terima kekalahan tim kesayangannya atas Persebaya Surabaya.

Hasil pertandingan yang berlangsung Sabtu (1/10/2022) malam itu, Arema FC ditekuk Persebaya Surabaya dengan skor 2-3.

"Supporter Arema tidak menerima timnya kalah di kandang (Stadion Kanjuruhan, red)," kata Nico saat konferensi pers.

Akibatnya, para penonton yang berada di beberapa bagian tribun stadion turun ke lapangan untuk mencari para pemain dan official untuk menjelaskan kenapa timnya bisa kalah.

Menyikapi itu, pihak pemahaman kata Nico melakukan penjagaan.

Akan tetapi, jumlah supporter yang turun ke lapangan stadion kata dia semakin banyak dan kericuhan tak terhindarkan.

Alhasil pihak kepolisian menembakkan gas air mata dan membuat para supporter sempat berhamburan sehingga banyak dari mereka yang terinjak.

( Tribunpekanbaru.com / Tribunnews.com)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved