Breaking News:

Pantun Melayu

Dua Pantun Melayu Sindiran Umum Berserta Maknanya

Pantun melayu sindiran dapat digunakan untuk menyindir orang lain, baik secara personal maupun umum.

Editor: Ariestia
tribunpekanbaru.com
Pantun melayu sindiran dapat digunakan untuk menyindir orang lain, baik secara personal maupun umum. 

TRIBUNPEKABARU.COM - Pantun melayu sindiran dapat digunakan untuk menyindir orang lain, baik secara personal maupun umum.

Bentuk pantun melayu sering ditemukan di mana-mana.

Di dalam acara, kegiatan, bahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya, di buku pelajaran, mendengar dari orang-orang yang tengah mengobrol, bahkan membacanya melalui kutipan cerita di dalam novel.

Sebagai salah satu jenis puisi, pantun tentunya dapat dilihat dan didengar.

Selain itu, dalam acara-acara tertentu, kita tak jarang menemui pantun digunakan untuk membuka, membangkitkan semangat peserta di tengah-tengah acara, hingga untuk menutup acara itu sendiri.

Berikut dua contoh pantun melayu sindiran umum yang dikutip dari Gramedia.com:

Dodol durian kue ratu
Semuanya mama yang bikin
Keren juga hp baru
Utang lama udah dibalikin?

Pantun sindiran semacam ini cocok ditujukan pada orang yang berutang pada kita, tetapi sanggup membeli barang-barang mewah dan baru.

Pada dasarnya, kita harus melunasi kewajiban dahulu sebelum memuaskan keinginan sendiri, Grameds!

Teko ceret asal Donggala
Tinggal satu boleh dibeli
Keras banget kepalanya
Lewat itu batu kali

Punya kenalan yang sangat keras kepala hingga kena batunya sendiri?

Pantun yang satu ini cocok disampaikan pada mereka. Batu kali memang dikenal cukup keras meski sering terkena air.

Lantas, bagaimana jika kepala lebih keras dari batu kali?

(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved