Breaking News:

Berita Rohil

Stiker Bagi Objek Pajak yang Taat, Bapenda Rohil Akui Sulit Tertibkan Pajak Sarang Burung Walet

Stiker ini ditempelkan Bapenda Rohil di objek pajak seperti, hotel, restoran atau rumah makan dan wajib pajak lainnya.

Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru/Bapendarohil
Petugas dari Bapenda Rohil menempelkan stiker telah membayar pajak di restoran atau rumah makan di Bagansiapiapi, Rohil, belum lama ini. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BAGANSIAPIAPI – Masih belum maksimalnya Pendapat Asli Daerah (PAD) dari objek pajak menjadi tugas penting dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Namun masih kurangnya kesadaran wajib pajak dalam membayarkan kewajibannya menjadi tantangan tersendiri bagi Bapenda Kabupaten Rohil.

Oleh karena itu, selaku Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertugas meningkatkan PAD dari pajak, Bapenda Kabupaten Rohil terus berupaya melakukan sosialisasi terhadap objek pajak.

Bapenda Kabupaten Rohil mulai menempelkan stiker khusus bagi objek pajak yang sudah membayar pajaknya sebagai tanda telah melakukan kewajibannya.

Kepala Bapenda Rohil Cicik Mawardi menuturkan, stiker ini ditempelkan di objek pajak seperti, hotel, restoran atau rumah makan dan wajib pajak lainnya.

“Melalui stiker yang ditempelkan ini membuat masyarakat mengetahui jika objek pajak telah melakukan kewajibannya,” ujar Cicik sapaan akrabnya belum lama ini.

Cicik berharap penempelan stiker ini bisa menjadi motivasi bagi wajib pajak lainnya yang belum melunasi pajak agar melakukan kewajibannya.

“Kita melakukan pendekatan secara persuasif dengan menempelkan stiker telah membayar pajak ini, biar wajib pajak lainnya terpacu juga untuk membayar kewajibannya,” jelasnya.

Namun Bapenda Rohil mengaku kesulitan dalam menertibkan pajak sarang burung walet yang banyak tersebar di wilayah Kabupaten Rohil.

Meskipun sarang burung walet banyak berdiri di Kabupaten Rohil, sangat sulit untuk mengetahui siapa pemilik atau yang bertanggung jawab terhadap sarang burung walet tersebut.

“Ada ribuan sarang burung walet yang ada di Rohil ini, tapi setiap kami datangi selalu tidak ada yang mengaku sebagai pemiliknya, sangat sulit melacaknya,” tutur Cicik.

Cicik menjelaskan, wajib pajak sarang burung walet adalah orang pribadi atau Badan yang melakukan pengambilan dan atau mengusahakan sarang burung walet.

Dasar pengenaan pajak sarang burung walet adalah nilai Jual sarang burung walet, tarif pajak sarang burung walet ditetapkan sebesar 5 persen.

“Peraturan Bupati Rokan Hilir nomor 36 tahun 2011 tentang petunjuk pelaksanaan pajak sarang burung walet juga telah mengatur ini. Kami ( Bapenda Rohil) saat ini sedang giat melakukan pendataan pajak walet ini, terutama di wilayah Kecamatan Sinaboi dan Pekaitan,” bebernya.

Oleh karena itu, Cicik mengimbau kepada wajib pajak sarang burung walet untuk dapat mendaftarkan usaha penangkaran sarang waletnya ke Bapenda Rohil.

“Kami imbau pemilik walet di Kabupaten Rohil agar menyampaikan surat pemberitahuan pajak daerah atau SPTPD nya, karena itu wajib dan melaksanakan kewajibannya,” pungkas Cici.

( Tribunpekanbaru.com/T. Muhammad Fadhli).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved