Breaking News:

Berita Rohul

Bawa Jimat Kulit Rusa, Aksi Copet Wanita di Riau Ini Gagal Total, Malah Kini Harus Huni Bui

Meski sudah membawa jimat kulit rusa, aksi Copet Wanita di Riau tepatnya di Kabupaten Rohul tertangkap basah hingga harus huni bui

Penulis: Syahrul | Editor: Nurul Qomariah
Istimewa
Kapolsek Kepenuhan Iptu Anra Nosa bersama Copet Wanita di Riau dan anggota kepolisian di halaman Polsek Kepenuhan. 


TRIBUNPEKANBARU.COM, PASIRPANGARAIAN - Meski sudah membawa jimat kulit rusa, aksi Copet Wanita di Riau tepatnya di Kabupaten Rohul tertangkap basah hingga harus meringkuk di sel tahanan.

Copet Wanita di Riau berinisial DN (37) tertangkap masyarakat atas dugaan sebagai copet di wilayah Kepenuhan Tengah pada Kamis (13/10/2022).

Copet Wanita di Riau itu berstatus sebagai warga Mandailing Natal ini.

DN yang ketahuan aksi copetnya itu diamankan saat korbannya berteriak di tengah Pasar Kamis di Kecamatan Kepenuhan itu.

Kapolsek Kepenuhan Iptu Anra Nosa mengatakan pada Jumat (14/10/2022), pelaku diketahui tengah berusaha mengambil satu unit hp merk Vivo Y21 milik korban.

"Si pelaku ini menghimpit korban seolah-olah berdesakan. Tapi, tangannya merogoh kantong korban," ungkap Anra.

"Aksinya itu dilihat oleh pengunjung pasar yang lain dan memberitahukan pada korban yang pada saat pelaku men copet, sedang tak sadar," tambahnya.

Korbannya yang kaget ketika hendak kena copet langsung memegang tangan si pelaku agar tidak kabur.

Beruntung, pada saat itu petugas patroli dari Polsek Kepenuhan tengah berada dekat lokasi Pasar Kamis dan langsung mendatang lokasi kejadian tersebut.

DN pun diamankan petugas dari warga Pasar Kamis yang sudah keburu kalap lantaran ada copet nekat beraksi di tengah pasar.

Saat digeledah, polisi menemukan satu unit Hp merk Vivo Y21 milik korban senilai Rp 2,8 juta.

Tak hanya itu, setelah dilakukan pelacakan dan penyelidikan terhadap aksi pen copetan yang kerap terjadi Pasar Kamis, Kepenuhan Tengah, juga terjadi pen copetan atas dua korban lain berupa hp merk Vivo senilai Rp 2,8 juta dan uang tunai sebesar Rp 1,8 juta.

"Ketika kita interogasi, si pelaku mengaku menjalankan praktik copetnya baru-baru ini di Pasar Kamis," jelas Anra.

"Namun, berdasarkan database kita. Si pelaku juga pernah ketahuan men copet di wilayah Kepenuhan pada 2010 lalu. Tetapi, perkaranya tidak naik karena ada perdamaian dengan korban," sebutnya kemudian.

Iptu Anra Nosa menerangkan, kuat dugaan aksi pelaku merupakan bagian dari sindikat copet yang selama beberapa tahun belakangan meresahkan warga di Kepenuhan sekitarnya.

"Kami menduga. Si pelaku merupakan bagian dari sindikat pen copet. Namun, sejauh ini dia bersikeras jika dirinya menjalankan aksinya sendiri tanpa bantuan siapa-siapa," tandasnya.

Atas penangkapan tersebut, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa handphone, uang tunai dan jimat kulit rusa milik pelaku.

( Tribunpekanbaru.com / Syahrul Ramadhan )

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved