Breaking News:

Berita Dumai

Mantan Istri dan Anak Dipukuli, Kasus Penganiayaan di Dumai Dipicu Hal Ini

Kasus Penganiayaan di Dumai yang dilakukan seorang pria terhadap mantan istri dan anaknya ditangani Satuan Reskrim Polres Dumai

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Nurul Qomariah
Istimewa
Kasus Penganiayaan di Dumai yang dilakukan pria berinisial NN terhadap mantan istri dan anaknya. 


TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Kasus Penganiayaan di Dumai yang dilakukan seorang pria terhadap mantan istri dan anaknya ditangani Satuan Reskrim Polres Dumai.

Korban Kasus Penganiayaan di Dumai itu adalah seorang ibu berusia 33 tahun berinisial WE dan anaknya yang berusia 14 tahun berinisial AP.

Kasus Penganiayaan di Dumai yang dialami ibu dan anak itu terjadi pada pada Rabu (5/10/2022).

Kapolres Dumai AKBP Nurhadi Ismanto melalui Kasat Reskrim Polres Dumai AKP Aris Gunadi mengungkapkan Kasus Penganiayaan di Dumai .

Dijelasknnya, pihaknya berhasil meringkus pelaku penganiayaan ibu dan anak di Dumai, berinisial NN (39), warga Kelurahan Jaya Mukti Kecamatan Dumai Timur.

‎Pelaku tindak pidana yang berhasil diringkus tak lain tak bukan merupakan mantan suami korban.

"Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Dumai dengan dipimpin langsung oleh Kanit Pidum Sat Reskrim Polres Dumai Ipda Hendra Hutagaol berhasil mengamankan NN di kediamannya pada Rabu (5/10/2022)," katanya Jumat (14/10/2022).

AKP Aris menjelaskan, NN diamankan usai melakukan tindak pidana penganiayaan pada Jumat (16/9/2022) lalu kepada mantan istrinya WE.

Pelaku memukuli mantan istrinya di bagian wajah dan di bagian tangan.

Sdangkan anaknya yang berinisial AP dicekik di bagian leher.

kejadian bermula pada saat korban WE bersama dengan anak perempuannya AP datang untuk menjemput anak laki-lakinya ARP (10).

Namun kehadiran korban dianggap memaksa atau menghasut anaknya agar tidak mau tinggal lagi dengan NN sehingga terjadi pertengkaran antara korban dengan mantan suaminya (NN).

Di saat pertengkaran tersebut, NN memukuli korban (mantan istri) sebanyak 4 kali di bagian wajah dan sekali di bagian tangan.

Sedangkan anak perempuannya dicekik lehernya oleh ayah kandungnya tersebut.

Untuk melengkapi laporan, pihak kepolisian sudah mengumpulkan para saksi serta mengantongi bukti 1 (satu) lembar surat hasil Visum Et Repertum korban.

‎"Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka NN dijerat Pasal 351 KUHPidana tentang Penganiayaan dengan ancaman pidana penjara selama 2 Tahun 8 Bulan," pungkasnya.

( Tribunpekanbaru.com / Donny Kusuma Putra )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved