Breaking News:

Libatkan Generasi Muda, Literasi Digital Kunci Transformasi Menjadi Indonesia Maju

Anak-anak muda yang memiliki kemampuan digital, kreatifitas serta keinginan untuk memajukan daerahnya adalah aset bagi Indonesia.

Penulis: Ariestia | Editor: Ariestia
unsplash.com
Anak-anak muda yang memiliki kemampuan digital, kreatifitas serta keinginan untuk memajukan daerahnya adalah aset bagi Indonesia dalam hal sumber daya manusia. Terutama dalam meningkatkan daya saing di tingkat global dan menjadi Indonesia maju. Sesuai dengan visi 'Indonesia Maju 2045' yang dicanangkan pemerintah. FOTO ILUSTRASI 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Akses internet meningkat selama pandemi Covid-19 karena aktivitas masyarakat dianjurkan lebih banyak dilakukan dari rumah. Apalagi setelah pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), kebutuhan internet melonjak.

Meskipun wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) mulai mereda dan aktivitas masyarakat di ruang publik kembali marak, kebutuhan internet tetap meningkat. Seiring perkembangan teknologi, transformasi digital adalah suatu keniscayaan, sebagai pemenuhan tuntutan hidup masyarakat yang terus berkembang.

Ketersediaan  internet dan infrastrukturnya untuk menunjang digitalisasi menjadi perhatian dalam pertemuan G20. Terutama dalam usaha meningkatkan perekonomian. Tema ekonomi digital ikut menjadi isu sentral yang dibahas dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) tersebut.

Tak main-main, transformasi digital berkelanjutan perlu dilakukan secara berkolaborasi oleh seluruh komponen terkait, untuk mendorong berkembangnya ekonomi digital. Termasuk kalangan muda yang terdiri dari Generasi Milenial dan Generasi Z sebagai pewaris masa depan.

Seperti yang dilakukan oleh sekelompok anak muda di Kabupaten Siak, Riau. Dengan pengetahuan digital yang dimiliki, mereka memberikan perhatian terhadap pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) masyarakat.

Apalagi kemudian UMKM lokal Siak terimbas wabah Covid-19. Sektor pariwisata mati suri, penjualan produk dan jasa lesu. Kelompok anak muda ini makin giat memberikan solusi kreatif berbasis Ekonomi Lestari serta Pelestarian Budaya Lokal.

Skelas beranggotakan sembilan anak muda yang rata-rata memiliki keterampilan menggunakan perangkat digital dan aktif di media sosial. Kemampuan itu seperti penggunaan komputer, kamera, pembuatan video dan lainnya.

Pengetahuan itulah yang mereka bagikan demi membantu pelaku UMKM lokal agar memiliki kemampuan dan kecakapan untuk meningkatkan usahanya. Solusi yang diberikan berupa pelatihan serta cara pemanfaatan digital sehingga UMKM bisa tetap menggeliat hingga meningkat pendapatannya.

Berdirinya Skelas berawal dari keresahan kawula muda di Kabupaten Siak pada 2018 lalu terkait perlunya wadah penyaluran kreatifitas mereka yang bermanfaat bagi masyarakat. Maka terbentuklah perkumpulan Sentra Kreatif Lestari Siak (Skelas).

Wadah ini merupakan tempat bagi anak muda yang ingin mengeksplorasi kreatifitas hingga memberikan sumbangsih bagi daerahnya, terutama pada sektor ekonomi masyarakat. Skelas diharapkan sebagai creative hub, atau pusat kreativitas yang memfasilitasi masyarakat, seperti UMKM untuk meningkatkan usahanya.

“Skelas merupakan creative hub, tempat berkumpul anak muda sebagai inkubator dan akselerator bagi UMKM,” kata Cerli, ketua Skelas.

Skelas memfasilitasi pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing sampai ke tingkat nasional. Fasiltas itu berupa solusi kreatif berbasis kelestarian alam dan budaya yang kemudian dibagi melalui forum diskusi, pelatihan, atau kegiatan promosi seperti pop up market.

Misalnya pelaku UMKM diberi pelatihan cara pengemasan produk yang menarik dan berwawasan lingkungan. Selain itu memberikan solusi digital dengan menyediakan data dan informasi layanan bagi ekonomi kreatif di wilayah Siak. Dalam hal ini Skelas tak jarang menggandeng pihak seperti komunitas atau instansi lain.

Forum diskusi dan promosi sering memanfaatkan ruang digital. Skelas bahkan memiliki website sendiri, skelas.org yang dimanfaatkan sebagai ruang kolaborasi dan mengangkat usaha masyarakat.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved