Breaking News:

Presiden China Xi Jinping Bakal Kunjungi Arab Saudi, Minta Doa Raja Arab?

Pangeran Faisal bin Farhan memuji hubungan historis dan solid antara eksportir minyak utama dan Beijing setelah pembicaraan dengan Menlu China Wang Yi

Matthew WALSH / AFP
Presiden China Xi Jinping 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Presiden China Xi Jinping diperkirakan akan mengunjungi Arab Saudi beberapa hari setelah pentolan partai Komunis itu mengamankan masa jabatan ketiga.

Pangeran Faisal bin Farhan memuji hubungan historis dan solid antara eksportir minyak utama dan Beijing setelah pembicaraan dengan Menlu China Wang Yi.

"Pertemuan kami hari ini datang pada waktu yang penting, karena mendahului kunjungan yang diharapkan dari presiden China ke kerajaan," kata Pangeran Faisal dalam sebuah pernyataan video yang disiarkan di televisi Saudi sepeti dilansir dari Daily Sabah.

Arab Saudi juga menyelesaikan pengaturan untuk pembicaraan puncak antara China dan negara-negara Arab, tambahnya.

Xi, yang memperpanjang kekuasaannya selama satu dekade pekan lalu, hanya meninggalkan China satu kali sejak awal pandemi virus corona, ketika ia mengunjungi Kazakhstan dan Uzbekistan pada September.

Kedutaan Besar China di Arab Saudi tidak berkomentar ketika ditanya oleh Agence France-Presse (AFP) tentang perkiraan kunjungan Xi.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China mengatakan tidak memiliki informasi untuk ditawarkan tentang masalah ini.

Kunjungan potensial datang pada saat hubungan yang tegang antara Arab Saudi dan sekutu lama Amerika Serikat setelah kartel OPEC memangkas produksi minyak, mengabaikan permintaan dari Washington.

Keputusan itu membuat marah Presiden AS Joe Biden, yang terbang ke Arab Saudi pada Juli, bertabrakan dengan penguasa de facto Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS), 37, meskipun pernah berjanji untuk menjadikan negara itu "pariah" sebelumnya.

Wang mengatakan Arab Saudi menempati "posisi prioritas dalam diplomasi keseluruhan China," menurut kantor berita resmi Xinhua.

Xi mengunjungi Arab Saudi pada Januari 2016 – tahun sebelum MBS dinobatkan sebagai pewaris takhta, mengantarkan periode reformasi. Pangeran Saudi melakukan perjalanan ke China pada awal 2019.

(*)
 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved