Breaking News:

Berita Riau

Ratusan Kerbau di Rohul Mati Mendadak, Diduga Akibat Terjangkit Penyakit Ini

Ratusan kerbau di Rohul mati mendadak, diduga akibat terjangkit penyakit.

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Ariestia
Tribunpekanbaru
Ratusan kerbau di Rohul mati mendadak. FOTO: Kerbau mati. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ratusan kerbau di Rohul mati mendadak, diduga akibat terjangkit penyakit.

Jika sebelumnya penyakit ini ditemukan di Kampar, kali ini ditemukan di Rohul.

Penyakit sapi ngorok atau Sepricaemia Epizootica (SE) kembali menghantui peternak di Riau.

Penyakit sapi ngorok membuat heboh peternak di Rokan Hulu.

Ratusan sapi di dua kecamatan di Rohul dilaporkan mati akibat penyakit Sepricaemia Epizootica. Totalnya mencapai 426 ekor kerbau yang mati akibat terpapar penyakit ini.

Baca juga: Kerbau yang Hidup Kabur ke Hutan, Total 28 Kerbau Mati Mendadak di Tambang Kampar Riau

Baca juga: Belasan Kerbau Mati Mendadak di Kampar Meluas ke Tambang, Begini Kronologisnya

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim dokter kesehatan hewan, dugaan sementara matinya ternak kerbau warga di Rohul ini disebabkan penyakit Sepricaemia Epizootica (SE).

Hal ini ditunjukkan dari gejala klinis yang ditemukan pada kerbau sebelum mati seperti ngorok dan suhu tubuh tinggi akibat serangan bakteri.

Meski penularannya cepat pada hewan, Disnakbun memastikan penyakit Sepricaemia Epizootica tidak menular kepada manusia, tetapi para peternak diminta menjaga kebersihan diri, sebab bakteri yang menyerang kerbau ini, bisa saja berasal dari manusia.

Kabid Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau, drh Faralinda Sari, Selasa (1/11/2022) mengatakan, terdapat dua kecamatan di Rohul yang terpapar penyakit sapi ngorok. Yakni Kecamatan Rambah dan Kecamatan Bangun Purba.

"Total kasus sudah 426 ekor kerbau yang mati akibat terpapar sapi ngorok di Rohul," ujarnya.

Fara mengungkapkan data itu pihaknya dapatkan berdasarkan laporan yang masuk di Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (SIKHNAS).

Atas kejadian itu, pihaknya akan menurunkan tim untuk menyelidikan kasus tersebut, dan mencari tahu asal mula penyakit SE tersebut masuk ke Rohul.

"Kemungkinan kasus di Rohul ini adanya hewan ternak yang terpapar SE di Kampar dijual ke Rohul. Atau bisa jadi ada aliran sungai dari Kampar yang ke arah sana. Itu masih kita telusuri," ujarnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved