Breaking News:

Berita Riau

Kepsek Paparkan Kronologi Santri Meninggal di Kolam Hijau Ponpes Ar Royan Saat Jalani Hukuman

Kronologi kejadian santri meninggal di Pondok Pesantren Ar Royan, menurut kepala sekolah Ade Wiranata.

Penulis: Syahrul | Editor: Ariestia
Tribunpekanbaru.com/Syahrul Ramadhan
Kronologi kejadian santri meninggal di Pondok Pesantren Ar Royan, menurut kepala sekolah Ade Wiranata. FOTO: Kanit Reskrim Polsek Kunto Darussalam Aiptu Sarlin Sihotang saat memeriksa lokasi kolam di Ponpes Ar Royan 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PASIRPANGARAIAN - Kronologi kejadian santri meninggal di Pondok Pesantren (Ponpes) Ar Royan, menurut kepala sekolah Ade Wiranata,.

Peristiwa tenggelamnya santri tersebut terjadi Jumat (28/10/2022).

Ade didampingi dengan seorang pendamping santri Asperi menjelaskan, pada malam naas itu dia mengaku tidak memberikan saran untuk menghukum para santri.

"Yang memberikan hukuman itu adalah Saudara LS (pelaku, red) dari bagian Kesantrian yang menangkap keempat santri tersebut pada dini hari di saat kejadian," ungkap Ade pada Selasa (1/11/2022).

Dia melanjutkan, dia mengetahui korban bernama Hafiz dan tiga temannya sedang dihukum lantaran ada keributan di bagian kolam yang terletak bersebelahan dengan tempat tinggalnya.

Mendengar ada ribut-ribut, Ade pun keluar dan melihat ke kolam untuk mencaritahu kejadian tersebut.

Pada saat itu, dia melihat keempat santri tengah direndam di dalam kolam yang airnya sudah berwarna hijau itu.

Di kolam itu juga, keempatnya sempat diperintahkan oleh LS untuk menyelam agar kepalanya basah di tengah malam menjelang subuh itu.

"Nah, pada saat mereka disuruh menyelam itu saya melihat, korban gak naik lagi ke permukaan," terang pria berusia 30 tahun ini.

"Pada saat itu, saya minta kepada dua orang santri untuk menyelam mencari korban karena setelah dipanggil-panggil dia gak keluar juga," tambah Ade.

Saat kedua santri yang diminta untuk mencari korban itu masuk ke dalam kolam, salah satunya kemudian melaporkan jika jasad korban tersangkut di bagian bawah teras pondok yang kebetulan menjorok kea arah bagian dalam korban.

Ade mengaku, dia mendapat keterangan jika ada bekas memar di bagian belakang kepala korban dekat tengkuk.

Bekas memar itu, kata Ade, dia perkirakan karena korban sempat berusaha keluar dari kolam namun terjebak karena diatasnya ada lantai teras pondok.

Pantauan di lapangan, kolam air di Ponpes Ar Royan itu sudah berwarna hijau tua nyaris pekat.

Di dekatnya, terdapat kamar mandi dan toilet para santri dan juga tempat berwudhu para jemaah masjid.

Di kolam tersebut korban bernama Hafiz diduga meregang nyawa saat menjalani hukuman dari Kesantrian lantaran keluar dari lingkungan pondok tanpa izin.

Ade juga mengatakan, pihaknya mengakui tidak langsung melaporkan berita kematian santri itu karena tidak tahu dan panik.

"Usai kejadian itu kita semua panik dan saya sendiri tidak mengetahui jika harus melapor kepada polisi," kata dia.

"Makanya, setelah diketahui meninggal, kita langsung bawa ke RS Awal Bros Ujung Batu untuk diperiksa secara medis dan langsung mengantarkan jasadnya kepada keluarganya di Pangkalan Kerinci, Pelalawan," tandasnya.

Terpisah, Kanit Polsek Kunto Darussalam Aiptu Sarlin Sihotang mengatakan, sampai saat ini pihaknya tidak memasang Garis Polisi di kolam tersebut.

"Menurut kami, kalau Garis Polisi dipasang di kolam tempat kejadian, akan memberikan efek trauma dan ketakutan kepada para santri," ungkap dia.

"Maka dari itu, kami memutuskan agar tidak dipasang saja karena letak kolam itu persis di tengah-tengah pondok pesantren ini dan setiap hari para santri pun lalu lalang di sekitar kolam," pungkas Sarlin. (Tribun Pekanbaru/ Syahrul Ramadhan)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved