Breaking News:

New Delhi Diselimuti Kabut Beracun, Tingkat Partikel Paling Berbahaya

Asap dari petani yang membakar tunggul tanaman, knalpot kendaraan, dan emisi pabrik bergabung setiap musim dingin untuk menyelimuti ibu kota dalam kab

India Today
India diselimuti kabut asap beracun 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Ibu kota India, New Delhi, akan menutup sekolah dasar untuk melindungi anak-anak dari kabut asap beracun yang menyesakan nafas 20 juta jiwa penduduk di kota itu.

Kabut asap itu merupakan hasil polusi dari kendaraan, cerobong asap pabrik hingga lahan pertanian.

Pada hari Jumat (4/11/2022), tingkat partikel PM2.5 paling berbahaya, sangat kecil sehingga mereka dapat memasuki aliran darah.

Tingkat partikel yang menyelimuti kota itu hampir 25 kali lipat maksimum harian yang direkomendasikan oleh WHO.

Ketua Menteri Delhi Arvind Kejriwal mendapat kecaman dari warga dan lawan politik karena gagal mengatasi krisis.

Ia mengatakan sekolah dasar akan ditutup mulai Sabtu sampai situasi polusi membaik.

"Tidak ada anak yang harus menderita dengan cara apa pun," kata Kejriwa.

Delhi sering digolongkan sebagai salah satu kota paling tercemar di dunia . 

Pada hari Jumat, kota itu kembali menduduki puncak daftar kota besar IQAir dengan kualitas udara terburuk.

Sebuah studi Lancet pada tahun 2020 mengaitkan 1,67 juta kematian dengan polusi udara di India selama tahun sebelumnya, termasuk hampir 17.500 di ibu kota.

Pihak berwenang secara teratur mengumumkan berbagai rencana untuk mengurangi polusi, misalnya, dengan menghentikan pekerjaan konstruksi, tetapi tidak terlalu berpengaruh.

Puluhan ribu petani di seluruh India utara membakar ladang mereka pada awal setiap musim dingin untuk membersihkan tunggul tanaman dari sawah yang baru dipanen.

Praktik ini adalah salah satu pendorong utama masalah kabut asap tahunan Delhi dan terus berlanjut meskipun ada upaya untuk membujuk petani agar menggunakan metode pembukaan lahan yang berbeda.

Asap kebakaran pertanian menyumbang sepertiga dari polusi udara Delhi Kamis, menurut badan pemantauan kualitas udara India.

(TRIBUNPEKANBARU.COM).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved