Breaking News:

Perang Rusia vs Ukraina

Rusia Tegur Inggris yang Terlalu Dalam Ikut Campur , Termasuk soal Isu Senjata Nuklir

Rusia tegas menegur Inggris karena terlalu dalam ikut campur urusan negara Vladimir Putin tersebut . Termasuk soal nuklir

Editor: Budi Rahmat
AFP
Rusia tegur Inggris yang terlalu dalam ikurt campur 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Rusia tegur Inggris yang disebut-sebut terlalu dalam ikut campur urusan Rusia .

Inggris dinilai telah terlalu dalam memberikan komentar terkait penggunaan senjata nuklir oleh Rusia

Padahal Putin tidak akan menggunakan senjata nuklir dalam serangan meskipun serangkaian ancaman terselubung.

Rusia begitu berang dnegan cara-cara yang dilakukan Inggris terkiat dengan beberapa urusan Rusia .

Termasuk perang dengan Ukraina yang sejauh ini belyum menemukan kata perdamaian

Diplomat Andrei Kelin menuduh dia memiliki bukti partisipasi pasukan khusus Inggris dalam serangan pesawat tak berawak Ukraina terhadap armada Laut Hitam Rusia, yang dia klaim telah diteruskan ke rekan Inggrisnya.

Berbicara kepadaSky News ' Mark Austin, Mr Kevin mengatakan: "Kami sangat tahu tentang partisipasi spesialis Inggris dalam pelatihan, persiapan dan pelaksanaan kekerasan terhadap infrastruktur Rusia dan armada Rusia di Laut Hitam. Kami tahu bahwa itu telah dilakukan.'

Mr Kevin mengatakan kepada media bahwa bukti akan dipublikasikan 'segera'.

Dia berkata: 'Ini berbahaya karena meningkatkan situasi. Itu bisa membawa kita ke garis saya akan mengatakan tidak kembali, kembali selalu mungkin. Tapi bagaimanapun, kita harus menghindari eskalasi.

'Dan ini sebenarnya peringatan bahwa Inggris terlalu dalam dalam konflik ini. Itu berarti situasinya menjadi semakin berbahaya.'

Duta Besar juga bersikeras bahwa Presiden Putin menginginkan penyelesaian yang dinegosiasikan untuk perang di Ukraina.

'Kami membutuhkan hasil tertentu, hasil yang dinegosiasikan dan kami tidak bersembunyi dari negosiasi.'

Tetapi Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverley dengan keras menolak klaim duta besar Rusia itu, men-tweet sebuah laporan oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA), yang tidak menemukan bukti kegiatan nuklir yang tidak diumumkan di wilayah yang disarankan oleh Rusia.

Mr Cleverley tweeted: 'Dunia melihat melalui kampanye disinformasi lanjutan Putin. Tuduhan tak berdasar Rusia telah didengar, diselidiki dan ditolak. Saya menyambut baik laporan independen IAEA yang menemukan tidak ada kegiatan nuklir yang tidak diumumkan oleh Ukraina.'

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved