Selasa, 5 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Video Berita

VIDEO: Tim BBKSDA Riau Amankan Jerat Sling saat Operasi Sapu Jerat di Siak

Tim gabungan BBKSDA Riau menggelar operasi sapu jerat/racun dan sosialisasi konservasi satwa liar gajah dan harimau di kawasan lindung, daerah

Tayang:
Penulis: Theo Rizky | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.com - Tim Gabungan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, PT Arara Abadi (AA), UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Mandau, Forum Konservasi Gajah Indonesia (FKGI), Perkumpulan Jejaring Hutan Satwa (PJHS), Rimba Satwa Foundation (RSF), Himpunan Penggiat Alam (Hipam) menggelar operasi sapu jerat/racun dan sosialisasi konservasi satwa liar gajah dan harimau di kawasan lindung, daerah perbatasan antara konsesi PT Arara Abadi Distrik Duri I dengan Kampung Tasik Betung, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Selasa (25/10/2022).

Dijelaskan Ketua PJHS, Syamsuardy, kegiatan tersebut dimulai pada pagi hari dengan melakukan sosialisasi ke beberapa tokoh masyarakat khususnya di Kampung Tasik Betung lalu dilanjutkan dengan operasi sapu jerat.

“Pada hari pertama dalam kegiatan operasi sapu jerat tadi kita menemukan 1 buah jerat yang terbuat dari sling, jerat sling itu memang ditargetkan untuk satwa-satwa besar seperti babi, rusa, kijang, namun harimau juga bisa, kena gajah juga bisa, jadi tim menyita temuan jerat yang didapat tadi,” kata Syamsuardy.

Dilanjutkannya, dalam prakteknya, tim sapu jerat dibagi dalam dua tim agar dapat menyisir kawasan hutan lebih maksimal.

“Kebetulan tim 1 yang menemukan jerat sling, sedangkan tim 2 mendapatkan jerat-jerat kecil, artinya di dalam daerah target, kita menemukan jerat yang berpotensi dapat membahayakan satwa-satwa liar itu, nah kita berharap di daerah itu sudah bersih dan kita juga berharap setelah kita berdiskusi dengan kepala desa, ia juga bisa meneruskan bahwa penggunaan jerat itu tidak dilakukan lagi oleh masyarakat setempat karena mengancam satwa-satwa sekitar,” ujarnya

Syamsuardy melanjutkan, dalam operasi tersebut bukan berapa banyak jerat yang bisa diamankan, pihaknya berharap justru jerat yang didapatkan sebelumnya adalah jerat terakhir yang ditemukan.

Pada hari pertama operasi tersebut, total ditemukan 1 jerat sling, 5 jerat kecil yang biasa digunakan untuk menangkap burung dan 1 jeringen herbisida, cairan pestisida ini kerap digunakan untuk mengendalikan gulma maupun tumbuhan pengganggu.

Herbisida yang ditinggalkan dikebun tanpa pengawasan bisa membahayakan hewan liar yang ada, seperti gajah.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved