Breaking News:

Harga TBS Sawit Riau

Bergairahnya Harga Jual CPO Dongkrak Naiknya Harga TBS Sawit Riau

Bergairah dan cerahnya harga jual crude palm oil (CPO) pekan ini dongkrak naiknya harga jual TBS sawit Riau pekan ini.

Penulis: Rino Syahril | Editor: Ariestia
Istimewa
Bergairah dan cerahnya harga jual crude palm oil (CPO) pekan ini dongkrak naiknya harga jual TBS sawit Riau pekan ini. FOTO: Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau Defris Hatmaja SP MSi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Bergairah dan cerahnya harga jual crude palm oil (CPO) pekan ini dongkrak naiknya harga jual TBS sawit Riau pekan ini.

Pekan ini harga TBS sawit Riau naik di seluruh kelompok umur. Kenaikan tertinggi dialami oleh KU 10 tahun sampai 20 tahun.

Naiknya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit KU 10-20 tahun tersebut sekitar Rp 27,82 per kilogram.

Sehingga harga TBS kelapa sawit Riau umur 10 tahun sampai 20 tahun pekan ini harganya Rp 2.819,68 per kilogram.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pekan Ini Harga TBS Sawit Riau Kembali Naik, Harganya Rp 2.819,68 per Kilogram

Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau Defris Hatmaja SP MSi mengatakan, naiknya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit Riau pekan ini karena harga jual CPO dunia terus membaik atau cerah dan bergairah.

"Naiknya jarga jual CPO itu merupakan faktor eksternal naiknya harga TBS sawit Riau," ujar Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau Defris Hatmaja SP MSi kepada Tribun, Selasa (8/11/2022).

Dijelaskan Defris, faktor eksternal naikanya harga TBS sawit Riau disebabkan harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) acuan pada pekan ini terpantau cerah bergairah, di tengah adanya gangguan pasokan minyak saingan di Amerika Selatan dan Ukraina sehingga memicu kekhawatiran atas pasokan global.

"Terkerek naiknya harga CPO terjadi karena gangguan pasokan minyak saingan di Amerika Selatan dan Ukraina sehingga memicu kekhawatiran atas pasokan global," ucap Defris. ( Tribunpekanbaru.com/ Rino Syahril)

Minyak sawit dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak terkait karena mereka bersaing untuk mendapatkan bagian di pasar minyak nabati global. Selain itu, akibat ulah Rusia memboikot perjanjian gandum di Laut Hitam yang menghambat lalu lintas kapal gandum dan biji-bijian Ukraina menambah kekhawatiran akan pasokan minyak biji matahari. (Tribunpekanbaru.com/Rino Syahril)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved