Breaking News:

Imbau Masyarakat Lengkapi Vaksin, Ahli Epidemilogi: Kedaruratan Covid-19 Belum Berakhir

Ahli Epidemilogi dr Iwan Ariawan MSPH mengatakan kedaruratan Covid-19 belum berakhir dan mengimbau masyarakat untuk melengkapi vaksin.

Penulis: Alex | Editor: Ariestia
Istimewa
Ahli Epidemilogi dr Iwan Ariawan MSPH mengatakan kedaruratan Covid-19 belum berakhir dan mengimbau masyarakat untuk melengkapi vaksin. FOTO: Ahli Epidemiologi dr Iwan Ariawan MSPH 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Ahli Epidemilogi dr Iwan Ariawan MSPH mengatakan kedaruratan Covid-19 belum berakhir dan mengimbau masyarakat untuk melengkapi vaksin. 

Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama program Breakthrough ACTION for COVID-19 didukung The United States Agency for International Development (USAID) memperluas akses vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Yakni dengan melaksanakan kegiatan komunikasi risiko dan pelibatan masyarakat membangun kesadaran akan pentingnya vaksinasi Covid-19.

Hal ini khususnya diperuntukkan bagi masyarakat rentan seperti lansia, masyarakat adat.

Kemudian masyarakat budaya dan masyarakat umum agar melengkapi dosis vaksinasinya serta untuk tidak lengah dan tetap taat menjalani protokol kesehatan.

Dalam acara Media Briefing bertajuk “SIAP lanjutkan prokesnya, SIAP lengkapi vaksinasinya”, Senin (7/11) secara daring di Jakarta, Ahli Epidemiologi dr Iwan Ariawan MSPH mengatakan, kedaruratan Covid-19 di Indonesia belum berakhir.

Terlebih saat ini telah muncul varian-varian baru. "Jadi mari segera kita akhiri pandemi ini dengan melengkapi vaksinasi Covid-19 sampai booster dan terus melakukan prokes,” ujarnya.

Program Breakthrough ACTION for COVID-19 sejak Desember 2021 melakukan kampanye SIAP (Semangat Dapat Vaksinasi Lengkap).

Dian Rosdiana, Communication Team Leader Breakthrough ACTION for COVID-19 mengatakan, program ini melibatkan berbagai pihak dari pemerintah Nasional, daerah dan masyarakat.

Khususnya masyarakat rentan seperti lansia, masyarakat adat, masyarakat budaya dan masyarakat umum di beberapa kabupaten yang menjadi fokus pelaksanaan kegiatan.

Antara lain di Provinsi Riau yakni Kabupaten Kampar dan Kota Dumai. Provinsi Jawa Timur: Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Pasuruan, Provinsi Kalimantan Barat: Kabupaten Kubu Raya dan Kayong Utara.

Provinsi Sulawesi Selatan: Kabupaten Bantaeng dan Kabupaten Sinjai, Provinsi NTT: Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Dian Rosdiana mengatakan, masih banyak pekerjaan rumah masih harus diperbaiki.

Yakni keterjangkauan vaksinasi khususnya bagi lansia dan kelompok masyarakat rentan lainnya dan turunnya disiplin masyarakat terhadap protokol kesehatan. ( Tribunpekanbaru.com/ Alexander)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved