Rabu, 8 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Jadi Anak Nakal Bagi Barat, Zelenskyy Ditegur Washington

Volodymyr Zelenskyy akhirnya melunak ke Rusia ketika ia diancam Washington. Ukraina diancam tak akan dapat dukungan internasional

AFP
Volodymyr Zelenskyy mulai melunak ke Rusia usai diancam Washington 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy kerap mengeluarkan statement keras yang memprovokasi Rusia sehingga memperburuk perang. 

Kondisi itu membuat Barat jengah, terlebih negara Barat telah jor-joran telah membantu Ukraina bertahan dari serangan Rusia.

Namun, Rusia yang terprovokasi membuat kondisi di Ukraina semakin memburuk hingga menyulitkan negara Barat.

Setelah diancam Washington,  Ukraina pun mulai melunak.

Ia menyatakan ketersediaannya bernegoisasi dengan Rusia jika Moskow membayar ganti rugi akibat perang.

Selain itu Zelenskyy juga mendesak penjahat perang dihukum di pengadilan.

Sebelumnya, Washington meminta agar Zelenskyy tak terlalu menantang Rusia karena bisa memperparah kondisi dan membahayakan dukungan internasionalnya.

"Ukraina telah berulang kali mengusulkan pembicaraan seperti itu, tetapi "kami selalu menerima tanggapan gila Rusia dengan serangan teroris baru, penembakan atau pemerasan," kata Zelenskyy.

"Sekali lagi - pemulihan integritas teritorial, penghormatan terhadap Piagam PBB, kompensasi untuk semua kerusakan yang disebabkan oleh perang, hukuman bagi setiap penjahat perang dan jaminan bahwa ini tidak akan terjadi lagi. Ini adalah kondisi yang sepenuhnya dapat dimengerti."katanya.

Baca juga: Bosan dengan Volodymyr Zelenskyy , AS akan Melepaskan Ukraina di Medan Perang

Sejak Rusia mengumumkan pencaplokan wilayah Ukraina pada akhir September, Zelenskyy telah memutuskan bahwa Kyiv tidak akan pernah bernegosiasi dengan Moskow selama Vladimir Putin tetap menjadi presiden Rusia.

Pejabat Kyiv telah mengulangi posisi itu dalam beberapa hari terakhir sambil mengatakan bahwa Kyiv akan bersedia untuk bernegosiasi dengan penerus masa depan Putin.

"Bernegosiasi dengan Putin berarti menyerah, dan kami tidak akan pernah memberinya hadiah ini," kata penasihat Zelenskyy Mykhailo Podolyak.

Podolyak juga mengatakan tuntutan Rusia yang meminta Ukraina menyerahkan wilayah sebagai prasyarat untuk pembicaraan damai adalah mustahil.

"Masyarakat tidak akan pernah menerima ini. Tentara Rusia akan meninggalkan wilayah Ukraina, dan kemudian dialog akan datang." katanya.

(TRIBUNPEKANBARU.COM).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved