Breaking News:

100.000 Pegawai Negeri Inggris Mogok Kerja, Tuntut Kenaikan Gaji

Serikat pekerja menyerukan kenaikan gaji 10 persen sehingga sesuai dengan pensiun yang adil inflasi, keamanan kerja dan tidak ada pemotongan

Capture BBC
100.000 Pegawai Negeri Inggris Mogok Kerja, Tuntut Kenaikan Gaji 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sekitar 100.000 pegawai negeri sipil di Inggris akan mogok karena gaji, pensiun, pekerjaan dan persyaratan redundansi, serikat Layanan Publik dan Komersial (PCS) mengumumkan pada hari Kamis.

PCS, serikat pekerja terbesar keenam di Inggris, mewakili pegawai negeri dan publik, serta pekerja sektor swasta dengan kontrak pemerintah. 

Anggota mereka bekerja di berbagai bidang seperti departemen pemerintah, pasukan perbatasan, kantor paspor, serta penguji mengemudi dan staf pusat pekerjaan.

Serikat pekerja menyerukan kenaikan gaji 10 persen sehingga sesuai dengan pensiun yang adil inflasi, keamanan kerja dan tidak ada pemotongan persyaratan redundansi.

"Kecuali proposal substansial diterima dari pemerintah, NEC (Komite Eksekutif Nasional) akan menyetujui program aksi industri pada pertemuannya pada Jumat, 18 November," kata PCS dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan itu menambahkan bahwa surat suara serikat pekerja memenuhi ambang batas partisipasi hukum 50 persen di 126 bidang layanan publik.

Rata-rata suara yang mendukung aksi industrial adalah 86,2 persen, yang merupakan tertinggi dalam sejarah serikat pekerja.

Sekretaris Jenderal PCS Mark Serwotka telah menyurati Kantor Kabinet untuk meminta negosiasi.

"Pemerintah harus melihat suara besar untuk aksi mogok di sebagian besar Pegawai Negeri Sipil dan menyadari bahwa mereka tidak dapat lagi memperlakukan pekerjanya dengan penghinaan," kata Serwotka.

"Anggota kami telah berbicara dan jika Pemerintah gagal mendengarkan mereka, kami tidak memiliki pilihan selain meluncurkan program aksi industri yang berkepanjangan yang menjangkau setiap sudut kehidupan publik."

"Mereka harus memberi anggota kami kenaikan gaji 10 persen, keamanan kerja, keadilan pensiun, dan persyaratan redundansi yang dilindungi," tambah Serwotka.

Pengemudi kereta di 12 operator akan mogok pada 26 November dalam perselisihan yang sudah berlangsung lama tentang gaji, Aslef, serikat pekerja untuk pengemudi kereta, juga mengumumkan pada hari Kamis.

"Kami menyesal bahwa penumpang akan merasa tidak nyaman untuk hari lain. Kami tidak ingin mengambil tindakan ini." kata Mick Whelan, sekretaris jenderal serikat.

"Mereka ingin pengemudi mengambil pemotongan gaji yang nyata. Dengan inflasi sekarang menjadi dua angka, pengemudi kereta api yang membuat Inggris terus bergerak melalui pandemi sekarang diharapkan bekerja sama kerasnya tahun ini seperti tahun lalu tetapi lebih sedikit. Sebagian besar dari ini Sopir belum mengalami kenaikan gaji sejak 2019," kata Whelan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved