Breaking News:

Facebook Meta PHK Besar-besaran, Zuckerberg Berhentikan 11.000 Karyawannya

Chief Executive Officer (CEO) Meta Platforms, Mark Zuckerberg memberhentikan 11.000 karyawannya, hal ini merupakan PHK terbesar di AS pada tahun 2022

ZDNet.com via Kompas.com
Ilustrasi Facebook lakukan PHK besar-besaran 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Facebook Meta tengah diladan gelombang pemutusan hubungan kerja ( PHK), sebanyak 11.000 karyawan diberhentikan. 

Fenomena tersebut merupakan salah satu pengurangan tenaga kerja terbesar tahun ini di Amerika Serikat pada tahun 2022.

PHK besar-besaran itu terjadi setelah melemahnya pasar iklan dan melonjaknya beban perusahaan.

Chief Executive Officer (CEO) Meta Platforms, Mark Zuckerberg, memperingatkan karyawan pada akhir September bahwa akan ada restrukturisasi untuk beradaptasi dengan perubahan pasar.

Perusahaan juga mengatakan akan memperpanjang pembekuan perekrutan hingga kuartal pertama tahun depan mengingat inflasi yang tinggi dan kenaikan suku bunga yang cepat.

Zuckerberg mengatakan pengurangan akan terjadi di seluruh perusahaan, dengan tim perekrutannya melihat pemotongan terbanyak.

Tim bisnisnya juga akan direstrukturisasi secara substansial.

“Saya ingin bertanggung jawab atas keputusan ini dan bagaimana kami sampai di sini. Saya tahu ini sulit bagi semua orang, dan saya sangat menyesal bagi mereka yang terkena dampaknya." seperti dilansir dari The Thaiger.

Meta juga akan mentransisikan beberapa karyawannya untuk berbagi meja, mengurangi jejak real estatnya, dan meninjau pengeluaran infrastrukturnya. 

Pemotongan oleh Meta dan perusahaan teknologi besar lainnya terjadi saat ledakan pandemi mulai runtuh.

Zuckerberg mengakui bahwa antisipasi sebelumnya terhadap lonjakan e-commerce dan lalu lintas web akibat pandemi salah.

Dorongan realitas virtual Zuckerberg yang bernilai miliaran dolar dari metaverse juga telah berkontribusi pada langkah perusahaan baru-baru ini untuk melakukan restrukturisasi.

“Tetapi penurunan ekonomi makro, meningkatnya persaingan, dan hilangnya sinyal iklan telah menyebabkan pendapatan kami jauh lebih rendah dari yang diharapkan. Aku salah paham.”

Meta melihat sahamnya anjlok 71persen tahun ini, dengan laba turun menjadi 4,4 miliar dolar, turun 52 persen dari tahun lalu.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved