Breaking News:

Kisah Sedih Pasutri di Kupang yang Terseret Banjir , Istri Meninggal Dunia , Suami Hilang

Keduanya terserat banjir . Sang istri ditemukan meninggal dunia . Sedangkan suami belum juga ditemukan

Editor: Budi Rahmat
AFP
Kisah sedih pasutri di Kupang yang terseret banjir . istri tewas, suami menghilang 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kisah sedih dari banjir di Kupang. Suami istri ikut jadi korban .

Keduanya terserat banjir yang terjadi akibat luapan di Sungai Sumlili.

Pasutri ini dinyatakan hilan Kemudian sang istri ditemukan sudah tidak bernyawa .

Baca juga: Delapan Kecamatan di Siak Direndam Banjir, Pemkab Belum Tetapkan Siaga Bencana

Sedangkan sang suami dilaporkan belum juga ditemukan . Warga berusah mencari keberadaan korban .

Sejauh ini usaha tersebut jkuga dilakukan oleh instasi terkait

Korban adalah Adrohanis Malafu (43) dan Tersia Teti (42). Keduanya pasangan suami istri asal Desa Kalali, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), terseret banjir di Sungai Sumlili.

Sang istri Tersia ditemukan tewas. Sedangkan suaminya hilang hingga saat ini.

"Kejadiannya kemarin sore, sekitar pukul 15.00 Wita, saat mereka menyeberang Kali Sumlili yang sedang banjir," kata Camat Fatuleu Barat Kandidus Neno, kepada Kompas.com, Selasa (15/11/2022).

Kandidus menuturkan, kejadian itu bermula ketika pasutri itu bersama sejumlah keluarganya baru pulang dari kebun mereka.

Meski mengetahui sungai sedang banjir, mereka tetap ingin menyeberang.

Adrohanis pun membantu beberapa keluarganya menyeberangi sungai itu dengan lancar.

Baca juga: VIRAL TIKTOK Video 3 Menit Goyangan Jessica Iskandar di Jayapura, Banjir Saweran

Namun, saat giliran istrinya, keduanya sempat terpeleset, sehingga terbawa arus sungai yang sangat deras.

Warga dan aparat desa serta kecamatan yang mengetahui kejadian itu, kemudian menghubungi petugas Basarnas Kupang, untuk membantu mencari pasutri itu.

Sebelum petugas Basarnas tiba, warga berhasil menemukan Tersia Teti dalam kondisi meninggal dunia.

"Tersia Teti ditemukan tak bernyawa tadi malam sekitar pukul 18.30 Wita," kata Kandidus.

Baca juga: Rawan Banjir, Tiga Perumahan di Kota Pekanbaru Jadi Sasaran Monitor Tim BPBD

Setelah ditemukan, jenazah Tersia kemudian dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

"Sementara, suaminya Adrohanis Malafu masih dalam pencarian masyarakat bersama Basarnas Kupang," pungkasnya. (*)

( Tribunpekanbaru.com )

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved