Breaking News:

Pesawat NATO Lacak Asal Rudal yang Menghantam Polandia, Kantongi Siapa Pelakunya

Pesawat NATO melacak rudal yang menghantam Polandia, dan telah mengetahjui dari mana datangnya tembakan rudal tersebut.

Penulis: M Iqbal | Editor: Ilham Yafiz
AFP
Pesawat NATO Lacak Asal Rudal yang Menghantam Polandia, Kantongi Siapa Pelakunya 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pesawat NATO melacak rudal yang menghantam Polandia, dan telah mengetahjui dari mana datangnya tembakan rudal tersebut.

Sebuah pesawat NATO telah mampu melacak rudal yang jatuh di wilayah Polandia, menyebabkan ledakan mematikan di sebuah desa dekat perbatasan Ukraina.

Diberitakan Rusia Today, seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya dari aliansi militer NATO mengatakan kepada CNN tanpa menyalahkan siapa pun.

"intel dengan jejak radar (rudal) diberikan kepada NATO dan Polandia," sebutnya.

Namun, sumber itu tidak memberikan perincian tentang dari mana proyektil itu diluncurkan, atau oleh siapa.

NATO telah melakukan penerbangan pengawasan reguler di sisi timurnya untuk memantau situasi di Ukraina sejak Rusia memulai serangan militernya pada akhir Februari.

Aliansi ini mengoperasikan armada pesawat Boeing E-3A Airborne Warning & Control System (AWACS), dilengkapi dengan radar jarak jauh dan sensor pasif.

Pada hari Selasa, media lokal melaporkan bahwa dua pekerja pertanian tewas di desa Przewodow, dekat perbatasan Ukraina.

Warsawa mengatakan mereka dihantam oleh rudal yang diproduksi di Rusia, dan memanggil duta besar Rusia, sambil menempatkan militernya dalam siaga tinggi.

Presiden Ukraina Vladimir Zelensky menuduh Rusia menembaki wilayah Polandia, dan mendesak NATO untuk bertindak melawan negara itu.

Kementerian Pertahanan Rusia telah menepis tuduhan tersebut, dengan mengatakan bahwa Moskow tidak melakukan serangan terhadap sasaran di dekat perbatasan Polandia- Ukraina pada hari itu, menambahkan bahwa pecahan rudal, yang fotonya diterbitkan oleh media Polandia, “tidak ada hubungannya dengan senjata Rusia. .”

Belakangan, Presiden AS Joe Biden mengatakan "tidak mungkin" Rusia berada di balik insiden tersebut, menambahkan bahwa informasi awal bertentangan dengan versi peristiwa tersebut.

"Saya tidak ingin mengatakan itu sampai kita benar-benar menyelidiki, tetapi tidak mungkin, menurut lintasannya, bahwa itu ditembakkan dari Rusia," katanya.

( Tribunpekanbaru.com )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved