Breaking News:

Polandia Diserang Rudal, Rusia Tuduh Ukraina Sengaja Lakukan Serangan dengan S-300

Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki telah menyerukan pertemuan darurat komite keamanan dan pertahanan nasional pemerintah pasca ledakan rudal

Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: Ilham Yafiz
AFP
Polandia Diserang Rudal, Rusia Tuduh Ukraina Sengaja Lakukan Serangan dengan S-300 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Polandia 'diserang' rudal di dekat perbatasan dengan negara Ukraina.

Belum diketahui serangan rudal itu dilancarkan dari mana.

Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki telah menyerukan pertemuan darurat komite keamanan dan pertahanan nasional pemerintah pasca ledakan rudal di negaranya.

Polandia diketahui memiliki jet tempur setelah laporan bahwa dua orang tewas dalam "ledakan" yang diduga disebabkan oleh serangan rudal.

Militer dan jaksa Polandia telah tiba di lokasi ledakan, lapor Visegrad 24.

Saluran Telegram Mash Rusia telah menerbitkan foto yang dikatakannya sebagai fragmen dari rudal sistem pertahanan S-300 Peralatan era Soviet ini digunakan oleh Ukraina.

Sementara itu, sumber lain menuding Rusia. Moskow menembakkan puluhan rudal ke Ukraina pada Rabu pagi

Sebelumnya, media Polandia melaporkan ledakan mengguncang kota Przewodow, yang terletak di wilayah Lublin, tidak jauh dari perbatasan dengan Ukraina.

Fasilitas pengering biji-bijian dilaporkan terkena, menewaskan sedikitnya dua orang, kata media setempat.

"Alasan insiden ini tidak diketahui saat ini," kata juru bicara dinas pemadam kebakaran setempat, Kapten Senior Marcin Lebiedowicz, kepada Radio Lublin.

Dia mengonfirmasi bahwa ada korban jiwa dan mengatakan agensinya telah menerima "laporan ledakan".

Juru bicara pemerintah Polandia Piotr Mueller juga meminta media dan masyarakat “untuk tidak mempublikasikan informasi yang belum dikonfirmasi.”

AP melaporkan, mengutip "pejabat intelijen senior AS," bahwa rudal Rusia telah menyeberang ke Polandia, menewaskan dua orang. Mueller tidak mengomentari laporan tersebut, hanya menyebut insiden itu sebagai "situasi krisis".

Baik Kiev maupun Moskow belum mengomentari insiden tersebut sejauh ini.

( Tribunpekanbaru.com )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved