Sabtu, 18 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Rusia Malah Tuding Ukraina Telah Lakukan Kejahatan Perang

Moskow juga menuduh sekutu Barat Ukraina menutup mata terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh militer Ukraina. 

AFP
Rusia Malah Tuding Ukraina Telah Lakukan Kejahatan Perang 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kementerian Pertahanan Rusia Jumat (18/11/2022) menuduh Ukraina telah melakukan kejahatan perang.

Rusia menuding Ukrain telah mengeksekusi 10 tawanan perang yang telah dalam kondisi menyerah.

Hal itu dibuktikan dengan video yang viral di media sosial.

Klaim Moskow muncul setelah PBB minggu ini menerbitkan sebuah laporan yang mengatakan tawanan perang di kedua belah pihak telah mengalami penyiksaan dan perlakuan buruk.

"Tidak ada yang bisa menggambarkan pembunuhan yang disengaja dan metodis terhadap lebih dari 10 tentara Rusia yang ditahan ... yang ditembak di kepala, sebagai 'pengecualian yang tragis'," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari The Moscow Times.

Pernyataan itu muncul ketika video beredar di media sosial berbahasa Rusia yang dimaksudkan untuk menunjukkan jasad prajurit Rusia yang telah menyerah dan kemudian dibunuh.

Satu video menunjukkan tentara tampaknya menyerahkan diri kepada beberapa personel militer dengan kamuflase dan mengenakan ban lengan kuning. Para prajurit yang menyerahkan diri berbaring di tanah di halaman belakang rumah yang dipenuhi puing-puing.

Video kemudian tiba-tiba terputus saat tembakan terdengar.

Video lain yang difilmkan dari atas menunjukkan tubuh sekitar selusin orang dikelilingi oleh noda darah.

Belum mungkin untuk memverifikasi keaslian video secara independen dan Kementerian Pertahanan Rusia tidak mengatakan kapan rekaman itu diambil.

Dewan Hak Asasi Manusia Rusia mengatakan dugaan eksekusi terjadi di desa Makiivka, di wilayah Luhansk di Ukraina timur, yang menurut tentara Ukraina telah direbut kembali minggu ini.

"Kami akan meminta reaksi dan penyelidikan dari komunitas internasional," kata Ketua Dewan HAM Valery Fadeyev di media sosial.

Kementerian mengklaim bahwa video tersebut mewakili "bukti baru dari pembantaian tawanan perang Rusia yang tidak bersenjata oleh personel militer Ukraina," dan mengatakan bahwa "pembunuhan brutal tawanan perang Rusia bukanlah yang pertama dan bukan satu-satunya kejahatan perang" yang dilakukan oleh Pasukan Ukraina.

Moskow juga menuduh sekutu Barat Ukraina menutup mata terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh militer Ukraina. 

Kyiv akan dimintai pertanggungjawaban atas "setiap tahanan yang disiksa dan dibunuh," bunyi pernyataan itu.

Tidak ada tanggapan segera atas tuduhan dari pejabat Ukraina.

Tuduhan dari Moskow datang sehari setelah pengadilan Belanda menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada dua pria Rusia dan seorang Ukraina atas jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di atas Ukraina pada tahun 2014.

( TRIBUN PEKANBARU.COM )

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved