Pantun Melayu
Pantun Melayu, 4 Pantun Anak-anak Jenaka Memperkaya Bahasa
Mengajari anak-anak budi pekerti bisa melalui berbagai cara, di antaranya melalui pantun melayu.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Mengajari anak-anak budi pekerti dan bahasa bisa melalui berbagai cara, di antaranya melalui pantun melayu.
Pantun melayu disampaikan saat bercengkrama dengan anak.
Melalui pantun melayu anak-anak bermain dengan kata-kata.
Hal ini menambah kemampuan berbahasa mereka, sekaligus nilai-nilai budi pekerti bisa tersampaikan dengan cara yang menyenangkan.
Salah satu jenis pantun yang cocok untuk membangkitkan suasana dan kehangatan saat bersama anak adalah melalui pantun jenaka yag berisi humor.
Anak-anak akan mudah meresapi pesan yang ingin orang tua sampaikan lewat pantun berisi humor tersebut.
Kata-kata pantun yang diutarakan tak perlu sulit.
Intinya menyampaikan pesan kepada anak dengan konsep yang lebih jenaka melalui pantun.
Berikut pantun melayu jenaka yang berisi nasihat untuk anak-anak dikutip dari Tribunkaltara.com:
Bunga mawar tangkai berduri
Laris manis pedang cendol
Aku tersenyum malu sekali
Ingat dulu suka mengompol.
======================
Satu titik dua koma
Anak monyet pakai gincu
Lihat anak kelas lima
Suka ngebanyol dan melucu.
======================
Kalau ada sumur di ladang
Bolehlah kita menggosok gigi
kalau anda di warung padang
Bolehkah kita ditraktir lagi.
======================
Hari minggu sudahlah siang
Setelah siang menuju petang
Ditunggu tunggu nggak jua datang
Sekali datang kok nagih utang.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/kumpulan-pantun-melayu_.jpg)