Breaking News:

Perang Rusia vs Ukraina

Rusia Dilaporkan Kehabisan Amunisi , Sementara Ukraina Dapat Tambahan Helikopter dari Inggris

Rusia dalam bahaya. AS sebut mereka kehabisan amunisi dalam usaha agresifitas menghadapi Ukraina . Sementara Ukraina malah dapat bantuan helikopter

Editor: Budi Rahmat
AFP
Militer Rusia dikabarkan kehabisan amunisi dalam perang hadapi Ukraina 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Rusia dikabarkan telah kehabisan amunisi setelah dalam agresif pertempuran dengan Ukraina .

Kenyataan yang membuat Rusia kini harus melakukan penghematan pada amunisi yang mereka miliki .

Kabar tersebut disampaikan oleh menteri Pertahanan Amerika Serikat. Disebutkan jika Rusia benar-benar kehabisa amunisi yang snagat mengkhawatirkan.

Baca juga: Serangan Balik Ukraina Tewaskan Warga Sipil di Wilayah Rusia

Dalam sebuah laporan dikatakan pasukan Rusia menderita kekurangan amunisi artileri yang "signifikan" yang merusak operasi mereka di Ukraina, kata Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin, Rabu.

Rusia telah berjuang dengan logistik sejak awal” perang Ukraina dan “masih berjuang dengan logistik,” kata Austin kepada wartawan di atas pesawat militer AS.

Mereka “mengalami kekurangan amunisi artileri yang signifikan,” katanya.

Kyiv telah menargetkan titik penyimpanan Moskow, yang menyebabkan " Rusia mulai berjuang sedikit dengan jumlah amunisi yang mereka miliki."

Pasukan Rusia sangat bergantung pada artileri, menembakkan peluru dalam jumlah besar sebelum mereka bermanuver di darat, kata Austin.

Baca juga: Rudal Rusia Hantam RS Bersalin di Ukraina, Bayi Baru Lahir Tewas

“Untuk operasi semacam itu, dibutuhkan banyak amunisi. Saya tidak yakin mereka memiliki amunisi semacam itu untuk dapat mendukung hal itu di masa depan.”

Austin juga mengatakan pasokan amunisi berpemandu presisi Rusia telah "berkurang secara signifikan" selama konflik sembilan bulan, dan bahwa Moskow tidak akan dapat segera menggantinya.

Ukraina Dapat Kiriman Helikopter

Inggris mengirim Ukraina bantuan lain dalam paket baru untuk melawan Rusia, termasuk helikopter Westland Sea King untuk pertama kalinya, dan lebih banyak amunisi untuk artileri, Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengumumkan pada hari Rabu.

Tiga bekas helikopter Sea King akan disediakan, dengan yang pertama sudah ada di Ukraina, menurut Kementerian Pertahanan Inggris. Mereka adalah pesawat yang diujicobakan pertama yang dikirim oleh Inggris sejak invasi Rusia dimulai pada bulan Februari.

Baca juga: Rusia Makin Sangar, SU-30 Versi Terbaru Selesai Diproduksi untuk Militer Rusia

Wallace juga mengatakan 10.000 peluru artileri tambahan dikirim untuk membantu Ukraina mengamankan wilayah yang telah direbutnya kembali dari pasukan penyerang dalam beberapa pekan terakhir.

“Dukungan kami untuk Ukraina tidak tergoyahkan. Peluru artileri tambahan ini akan membantu Ukraina mengamankan tanah yang telah direbutnya dari Rusia dalam beberapa pekan terakhir,” katanya saat berkunjung ke Norwegia.

Westland Sea King adalah versi buatan Inggris dari helikopter American Sikorsky S-61 dengan nama yang sama, dibuat oleh Westland Helicopters. Pesawat ini sangat berbeda dari versi Amerika, dengan mesin Rolls-Royce Gnome (berasal dari General Electric T58 AS), sistem onboard buatan Inggris dan sistem kontrol penerbangan yang sepenuhnya terkomputerisasi.

Baca juga: Penuhi Undangan Mufti Rusia Ketum Satkar Ulama Indonesia Politisi dari Riau Diterima Perdana Menteri

Baca juga: Inggris Diam-diam Kangkangi Embargo, Beli Minyak Rusia Melalui Negara Ketiga

Sea King sebelumnya digunakan oleh Royal Air Force dan Royal Navy, dengan pesawat terakhir dipensiunkan oleh Angkatan Laut pada tahun 2018.(*)

( Tribunpekanbaru.com / Budi R )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved