Breaking News:

Pantun Melayu

5 Pantun Melayu Pembuka Acara, Kita di Sini Telah Berjumpa

Pantun melayu biasa digunakan saat membuka dan menutup acara. Sehingga membuat suasana tidak kaku atau dengan kata lain lebih cair.

Editor: Ariestia
Istimewa
Pantun melayu biasa digunakan saat membuka dan menutup acara. Sehingga membuat suasana tidak kaku atau dengan kata lain lebih cair. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pantun melayu biasa digunakan saat membuka dan menutup acara.

Sehingga membuat suasana tidak kaku atau dengan kata lain lebih cair.

Pembawa acara pun bisa membangun interaksi dengan audiens.

Dengan mencairkan suasana dan menjalin interaksi, harapannya acara yang dipandu berjalan lancar.

Seorang pembawa acara tidak hanya bermodal public speaking yang mumpuni.

Pembawa acara juga perlu keterampilan untuk peka terhadap kondisi sekitar perlu diasah.

Salah satu tips yang patut dicoba oleh para pembawa acara adalah dengan membawakan pantun pembuka dan penutup kegiatan.

Berikut contoh pantun pembuka acara, dikutip dari TribunKaltara.com:

Biarkan kayu menjadi abu
Abunya putih bagaikan susu
Selamat datang bapak dan ibu
Tetap semangat janganlah lesu

=========================

Mentari tenggelam menjelang petang
Burung kasuari mondar-mandir
Kami ucapkan selamat datang
Terima kasih berkenan hadir

=========================

Pagi hari makan kelapa
Rasanya enak bikin tertawa
Kita di sini telah berjumpa
Untuk acara yang istimewa

=========================

Jangan berisik naik sepeda motor
Dari kota Solo membawa gitar
Terima kasih saudara moderator
Izinkan saya berpidato sebentar.

=========================

Air beriak tanda tak dalam
Air tenang seperti berlian
Izinkan saya ucapkan salam
Untuk para hadirin sekalian

(*)

Sumber: Tribun kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved