Breaking News:

Berita Kepulauan Meranti

Dua Balita di Riau Tenggelam, Main di Parit Saat Pasang Tanpa Pengawasan, Ditemukan Tak Bernyawa

Dua balita yang berusia 4 tahun kehilangan nyawa karena terjatuh ke dalam parit saat banjir rob di Kepulauan Meranti Riau

Penulis: Teddy Tarigan | Editor: Nurul Qomariah
Gambar oleh Free-Photos dari Pixabay
Ilustrasi. Dua balita di Riau tepatnya di Kepualaun Meranti tenggelam dan meninggal dunia saat main di parit ketika terjadi banjir rob. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KEPULAUAN MERANTI - Main di parit saat pasang dan tanpa pengawasan, dua balita di Riau tepatnya di Kepualaun Meranti tenggelam dan meninggal dunia.

Dua balita, laki-laki dan perempuan bernama Rizki dan April Humairah, dua-duanya berusia 4 tahun kehilangan nyawa karena terjatuh ke dalam parit karena tenggelam saat banjir rob.

Banjir rob atau air pasang laut yang melanda Desa Sendanu Darul Ihsan, Kecamatan Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti terjadi pada Sabtu (26/11/2022).

Kepala Desa Sendanu Darul Ihsan, Khaidir yang dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut mengatakan kedua balita malang itu meninggal saat sedang diasuh di rumah neneknya di Dusun Parit Beringin.

Pada saat banjir rob melanda kawasan itu, korban sedang bermain di parit yang berada di depan rumah.

Kemudian, selang beberapa waktu neneknya yang tidak melihat keberadaan cucunya itu berusaha mencari sambil berteriak.

Namun saat ditemukan keduanya sudah mengapung di dalam parit yang dipenuhi air pasang laut.

Sontak saja sangat nenek menjerit minta tolong lantaran kedua cucunya diketahui tenggelam.

Warga yang mendengar pun langsung memberikan pertolongan dan membawa keduanya ke puskesmas di Desa Sungai Tohor untuk mendapatkan penanganan.

"Berdasarkan informasi dari warga, kejadian tersebut terjadi pada pukul 12:00 siang saat air pasang laut naik. Tidak diketahui kejadiannya seperti apa namun keduanya sudah ditemukan mengapung di dalam parit depan rumah neneknya,” kata Khaidir, Sabtu (26/11/2022) sore.

“Warga yang mendengar suara histeris langsung menyelematkan keduanya dengan membawanya ke Puskesmas Sungai Tohor,"imbuhnya.

Diterangkan Khaidir, kedua balita tersebut masih ada pertalian keluarga yaitu merupakan saudara sepupu yang sedang bermain di rumah neneknya.

"Kedua orang tua balita tersebut saudara kandung yang bernama Tuti dan Indah, mereka kebetulan bermain di rumah neneknya. Saya juga tidak tahu orang tuanya kemana waktu itu," ujar Khaidir.

Diungkapkan Khaidir, jasad korban sudah disemayamkan di rumah duka, untuk selanjutnya dikebumikan di pemakaman umum hari ini.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved