Breaking News:

Berita Kampar

Ini Jenis Bencana yang Berpotensi Terjadi di Kampar pada Akhir Tahun, Kesiapsiagaan Dibagi 8 Klaster

BPBD Kampar mengatakan Kampar termasuk satu dari delapan daerah di Riau yang berpotensi mengalami pergeseran tanah, seperti banjir dan tanah longsor

Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Nurul Qomariah
ISTIMEWA
Bnajir di Kampar. Banjir rawan terjadi di kawasan sekitar aliran semua sungai besar di Kampar. Tersebar di wilayah tengah, Kampar kanan dan Kampar kiri. 

 


TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Kesiapsiagaan bencana pada akhir tahun telah berjalan. Kampar termasuk daerah di Riau yang rawan bencana.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar, Agustar melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Edi Pribady mengungkap jenis bencana yang berpotensi terjadi.

Menurut dia, hasil pemetaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan Kampar termasuk salah satu dari delapan daerah di Riau yang berpotensi mengalami pergeseran tanah.

"Pergeseran tanah itu seperti banjir dan longsor kar,ena tingginya curah hujan," kata Edi kepada Tribunpekanbaru.com , Minggu (27/11/2022). Ia berharap potensi itu tidak terjadi.

Menurut dia, banjir rawan terjadi di kawasan sekitar aliran semua sungai besar di Kampar. Tersebar di wilayah tengah, Kampar kanan dan Kampar kiri.

Sedangkan longsor rawan di kawasan perbukitan. Seperti sepanjang jalan lintas Riau-Sumatera Barat.

Ia mengatakan, sistem kesiapsiagaan sudah dibagi menjadi 8 klaster bidang. Tiap klaster melakukan penanganan secara otomatis setiap terjadi kebencanaan.

Edi mencontohkan dalam suatu bencana banjir. Bisa berdampak terhadap pendidikan, kesehatan bahkan kegamaan.

"Misalnya ada sekolah yang terendam banjir. Pendidikan bagaimana? Sekolahnya sementara di mana? Inilah yang menjadi tugas klaster yang membidanginya," jelasnya.

Klaster bidang keagamaan juga disiapsiagakan. Tujuannya agar masyarakat tetap dapat beribadah meski tempat ibadahnya terkena bencana.

Bahkan untuk pemulihan trauma akibat bencana. "Jadi kalau ada bencana, masing-masing klaster sudah tau apa yang akan mereka lakukan," kata Edi.

Klaster kesiapsiagaan ditetapkan dalam Surat Keputusan Bupati Kampar. SK berlaku sampai 31 Desember 2022. Dapat diperpanjang sesuai kebutuhan.

Ditanya soal anggaran, ia mengaku tidak dialokasikan di BPBD. APBD Perubahan 2022 yang sudah disahkan memang tidak mengalokasikan kesiapsiagaan bencana pada anggaran BPBD.

"Tapi anggaran ada di setiap instansi masing-masing. BPBD hanya koordinasi saja sebagai leading sector," ujar Edi.

( Tribunpekanbaru.com / Fernando Sihombing )

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved