Breaking News:

Militer Ukraina Disebut Sengaja Tembak Polandia Dengan Rudal S-300 Soviet

Berlarusia sebut militer Ukraina sengaja tembak Polandia dengan S-300 buatan Soviet untuk memperburuk kekacauan

OLGA MALTSEVA / AFP
Militer Ukraina Disebut Sengaja Tembak Polandia Dengan Rudal S-300 Soviet 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Belum jelas penyebab meluncurnya rudal S-300 Ukraina di Polandia dan menewaskan dua warga sipil.

Presiden Belarusia, Aleksandr Grigoryevich Lukashenko menyatakan bahwa tak ada rudal Rusia saat ridal S-300 Ukraina meledak di Polandia

Alasan Presiden Ukraina Vladimir Zelensky yang mengklaim rudal S-300 mereka menuju Polandia karena berniat ingin menghancurkan rudal Rusia disebut sebagai alasan yang tak berdasar.

Lukashenko bahkan menilai jika Zelensky memperluas dan memperburuk kekacauan.

“Perlu diingat, pada saat S-300 ditembakkan, tidak ada Rusia di udara. Itu dekat dengan perbatasan kita. Maksudku, kita melihat seluruh Ukraina. Kita memiliki cukup kekuatan dan sarana. Kita bisa lihat apa yang terjadi di udara," Lukashenko menekankan.

Hingga saat ini, perang masih berlangsung.

Pasukan Rusia telah menghancurkan enam pos komando pasukan Ukraina di wilayah Kherson dan Kharkov, serta di Republik Rakyat Donetsk, kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov Minggu (27/12/2022) seperti dilansir dari TASS.

"Enam pos komando musuh dihancurkan di wilayah pemukiman Sadovoye, Dudchany dan Zolotaya Balka di wilayah Kherson, Yampol di DPR serta Kislovka di wilayah Kharkov," bersama dengan 62 unit artileri dalam posisi tembak, tenaga kerja dan perangkat keras militer di 137 wilayah," kata juru bicara itu.

Pasukan Rusia juga telah menggagalkan upaya pasukan Ukraina di daerah Krasny Liman LPR untuk menyerang dengan dua unit kompi, kata Konashenkov.

"Di wilayah Krasny Liman, tembakan pencegahan di wilayah permukiman Stelmakhovka dan Ploshchanka di Republik Rakyat Lugansk menggagalkan upaya angkatan bersenjata Ukraina untuk menyerang dengan dua unit kompi taktis menuju permukiman Kolomiychikha dan Ploshchanka di Republik Rakyat Lugansk ," kata Konashenkov.

Menurut juru bicara itu, pihak Ukraina juga melakukan upaya yang gagal untuk membangun dan melengkapi benteng di dekat Ploshchanka dan Chervonopopovka.

"Akibat tembakan artileri, unit tentara Ukraina mundur kembali ke posisi semula," tambahnya.

Menurut Konashenkov, lebih dari 50 tentara Ukraina tewas atau terluka.

"Tiga kendaraan tempur lapis baja dan empat mobil militer khusus dihancurkan," tambahnya.

( TRIBUN PEKANBARU.COM )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved