Breaking News:

Info Jalan Tol Riau

Pembangunan Jalan Tol di Riau Masih Diperlukan Sekitar 400 Km Lagi

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyebut bahwa pembangunan jalan tol di Riau masih diperlukan sekira 400 km lagi.

Editor: Ariestia
ISTIMEWA
Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyebut bahwa pembangunan jalan tol di Riau masih diperlukan sekira 400 km lagi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyebut bahwa pembangunan jalan tol di Riau masih diperlukan sekira 400 km lagi.

Hal itu disampaikannya saat sambutan acara Riau Investment Forum, di Ballroom Dang Merdu, Menara Bank Riau Kepri Syari'ah, Pekanbaru, Rabu (23/11/2022) lalu.

Untuk itu ia mengajak para investor berinvestasi untuk jalan tol di Riau.

"Makanya saya mengajak para investor yang hadir, ayolah berinvestasi untuk jalan tol ini. Jangan simpan uang di bawah bantal," kata Syamsuar yang disambut gelak tawa para hadirin.

Saat ini, ruas jalan tol yang belum selesai antara lain Dumai-Rantau Prapat, Pekanbaru-Rengat-Jambi dan lainnya.

"Kita undang investor untuk membangun jalan tol ini. Termasuk investor dari luar negeri," tegasnya lagi.

Gubri menyebut bahwa investasi memang memberikan multiplayer effect bagi masyarakat.

Makanya pertumbuhan ekonomi Riau terus membaik. Saat ini di angka 4,63 persen atau tertinggi dalam 8 tahun terakhir.

Kemiskinan dan angka pengangguran terbuka juga menurun. Saat ini di angka 4,37 persen dari sebelumnya di angka sekira 6 persen.

"Makanya kalau saya ditanya investor, apakah Riau aman? Saya tegaskan, Riau sangat aman untuk berinvestasi. Kita berikan berbagai kemudahan investasi," ulasnya.

Pada acara Riau Investment Forum ini, Gubri mengatakan investasi di Provinsi Riau dalam beberapa tahun terakhir terus naik. Bahkan mengalahkan Jawa Tengah dan tertinggi di Pulau Sumatera.

Sayangnya, tingginya realisasi investasi belum berbanding lurus dengan perhatian Pemerintah Pusat terhadap pembangunan infrastruktur di Bumi Melayu Lancang Kuning.

"Setiap tahun target investasi di Riau selalu dinaikkan Pemerintah Pusat (Kementerian Investasi/BKPM), tapi perhatian terhadap infrastruktur Riau masih minim," ucap Syamsuar. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved