Breaking News:

Berita Siak

Tunda Eksekusi Lahan, Perwakilan Pemilik Lahan Perlihatkan SHM ke Wakil Ketua PN Siak

Kami menyampaikan bahwa di sasaran lahan yang akan dieksekusi itu adalah objek yang sudah bersertifikat hak milik, yang dimiliki oleh orang perorang

Penulis: Mayonal Putra | Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru /mayonal putra
Petani dan warga tetap berjaga di lokasi lahan yang akan diconstatering dan eksekusi oleh PN Siak, Senin (28/11/2022). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Setelah Pengadilan Negeri (PN) Siak menunda constatering dan eksekusi lahan 1.300 Ha di Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Senin (28/11/2022), perwakilan petani mendatangi kantor PN Siak.

Mereka disambut oleh Wakil Ketua PN Siak Ade Satriawan dan Humas PN Siak Mega Mahardika.

Perwakilan petani adalah pemilik lahan Dasrin Nasution dan kuasa pemilik lahan lainnya Sunardi.

Pertemuan antara pihak tersebut berlangsung tertutup di ruangan Wakil Ketua PN Siak.

Pada pertemuan itu, Dasrin dan Sunardi membawa berkas putusan No: 04/Pdt.eks-pts/2016 PN Siak tanggal 7 September 2016 dan salinan Sertifikat Hak Milik (SHM). Sunardi mempertanyakan putusan tersebut, baik lokasi, titik koordinat dan batas-batas objek yang akan dieksekusi.

“Kami juga memperlihatkan SHM atas nama Pak Dasrin Nasution, sebagai bukti bahwa ada hak milik orang lain, dan mempertanyakan apakah yang akan dieksekusi adalah lahan mereka,” kata Sunardi usai pertemuan itu.

Ia menyatakan kepada Ade Satriawan dan Mega Mahardika bahwa objek eksekusi tersebut salah sasaran.

Karena ada hak-hak kepemilikan orang lain di dalamnya yang dibuktikan dengan SHM.

“Kami menyampaikan bahwa di sasaran lahan yang akan dieksekusi itu adalah objek yang sudah bersertifikat hak milik, yang dimiliki oleh orang perorang yang tidak ada disebutkan dalam putusan,” kata dia.

Atas penyampaian itu, berdasarkan keterangan Sunardi, pihak PN Siak merespon dengan baik aspirasinya.

Namun demikian, PN Siak juga akan tetap melaksanakan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap yaitu constatering dan eksekusi.

“Jadi yang dimaksud PN Siak berdasarkan keterangan mereka tadi, bahwa rencananya akan constatering saja terlebih dahulu. Setelah konstatering jika ada kepemilikan hak milik di dalamnya akan dilakukan peninjauan ulang,” kata dia.

Namun demikian, Sunardi menyebut pihaknya akan tetap berhati-hati.

Tawaran PN Siak untuk constatering saja tanpa eksekusi dikembalikan kepada pemilik lahan, apakah mungkin pemilik lahan membolehkan pihak lain memasuki lahannya.

“Saya kira bentuk kehati-hatian kami di sana, mempertimbangkan dengan cermat apakah mungkin diizinkan pemilik lahan pihak lain memasuki lahannya,” kata dia.

Di luar pertemuan itu, Sunardi juga mengatakan, ada dugaan permainan mafia tanah di kasus tersebut.

Ia meminta agar PT Duta Swakarya Indah (DSI) melihat peta inventarisasi dan mengeluarkan hak-hak orang lain.

“Dalam peta inventarisasi kan sudah dijelas di luar penguasaan lahan oleh masyarakat masih ada 750 Ha yang bisa dikelola PT DSI. Seharusnya bisa dikembalikan hak-hak orang lain,” kata dia.

( Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved