Breaking News:

Berita Riau

Dari 8 Ribu Lebih Kasus HIV AIDS di Riau Separuhnya Ditemukan di Pekanbaru, Ini Rinciannya

Dari 8.034 kasus HIV Aids yang ditemukan di Riau pada tahun 2022 ini, lebih separuhnya ditemukan di Kota Pekanbaru.

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: CandraDani
internet
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kota Pekanbaru merupakan lumbungnya kasus HIV AIDS di Provinsi Riau. Dari 8.034 kasus HIV AIDS yang ditemukan di Riau pada tahun 2022 ini, lebih separonya ditemukan di Pekanbaru.

Jumlah kasus HIV AIDS di Pekanbaru hingga Oktober 2022 ini mencapai 4.730 orang.

"Iya, memang kasus ( HIV AIDS ) di Riau paling banyak ditemukan di Kota Pekanbaru," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zainal Arifin, Selasa (29/11/2022).

Diurutan kedua adalah Kabupaten Bengkalis dengan jumlah kasus HIV AIDS sebanyak 721 kasus.

Kemudian Dumai 631 kasus, Pelalawan 449 kasus, Rokan Hilir (Rohil) 388 kasus, Indragiri Hilir 349 kasus, Siak 186 kasus, Meranti 143 kasus, Rokan Hulu 141 kasus, Indragiri Hulu 111 kasus dan Kampar 104 kasus.

"Kasus terendah ditemukan di Kabupaten Kuansing sebanyak 81 kasus," ujarnya.

Sementara dari sisi jenis kelamin, paling banyak ditemukan pada kaum laki-laki sebanyak 86 persen. Sedangkan untuk kaum perempuan 32 persen.

"Kalau dari sisi usia yang paling banyak itu direntang usia 25 - 49 tahun, sebanyak 75 persen," kata Zainal.

Pihaknya mengimbau kepada Orang Dengan HIV AIDS (Odha) agar semangat untuk sembuh.

"Komsumsi obat yang sudah kita berikan secara rutin. Mereka juga kita edukasi agar tidak menularkan ke orang lain," ujarnya.

Selain itu pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan sek bebas dan bergonta-ganti pasangan.

"Setia pada pasangan, supaya tidak tertular penyakit HIV AIDS ," katanya.

Zainal mengungkapkan, HIV aids banyak ditularkan dari hubungan suami istri yang tidak sehat dan tidak aman. Sebab untuk penularan melalui transfusi darah hampir bisa dipastikan tidak ada.

"Kalau dari transfusi darah itu kita pastikan sudah zero. Karena sebelum darah itu ditransfusi kan dicek lagi. Malah kadang-kadang dari donor darah itu kita menemukan ada kasus HIV AIDS," ujarnya.

( Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgio)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved