Breaking News:

Hampir 50 Persen Rakyat Belanda Menentang Permintaan Maaf Negara atas Perbudakan

Rakyat Belanda banyak tak setuju pemerintah mereka meminta maaf atas praktik perbudakan yang mereka lakukan pada masa kolonial

TWITTER @redfishstream
Hampir 50 Persen Rakyat Belanda Menentang Permintaan Maaf Negara atas Perbudakan 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Hampir setengah dari orang-orang di Belanda menentang permintaan maaf resmi negaranya atas praktik perbudakan yang mereka lakukan di zaman kolonial.

Survei yang dilakukan oleh lembaga penyiaran publik NOS menunjukkan bahwa angka tersebut turun menjadi 49 persen pada tahun 2022, dibandingkan tahun lalu sebesar 55 persen.

Meskipun tingkat permintaan maaf meningkat dari 31 persen menjadi 38 persen tahun ini, hampir separuh orang Belanda tidak mendukung permintaan maaf dari pemerintahnya.

Menurut survei, kebanyakan dari mereka yang mendukung permintaan maaf berasal dari latar belakang imigran, dengan dua pertiga orang Suriname mendukung gerakan tersebut.

Sedangkan warga asli atau pribumi tak setuju jika mereka harus memita maaf.

"Ini adalah kebijakan sepihak Belanda yang berisiko gagal," kata Armand Zunder, ketua Komisi Pemulihan Nasional Suriname (NRCS) dilansir dari Daily Sabah.

Belanda akan mengeluarkan permintaan maaf resmi di seluruh dunia pada 19 Desember.

Permintaan maaf tersebut akan dikeluarkan oleh pemerintah di delapan lokasi di seluruh dunia dengan dihadiri tujuh menteri.

Dalam beberapa tahun terakhir, kota-kota besar seperti Amsterdam, Rotterdam, Utrecht dan Den Haag, serta institusi seperti Bank Sentral Belanda dan ABN Amro, juga telah mengumumkan bahwa mereka telah meminta maaf atas peran mereka dalam sejarah perbudakan.

( TRIBUN PEKANBARU.COM )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved