Breaking News:

India Bebaskan Dedengkot Ekstremis Hindu India dan Izinkan Kuil Dibangun di Atas Masjid

Para pentolan Partai BJP nasionalis Hindu India itu merupakan otak kerusuhan yang menewaskan 2.000 orang pada 1992 usai penghancuran masjid bersejarah

Outlook India
Penyerangan Masjid Babri oleh kelompok ekstremis Hindu India 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pengadilan India pada Rabu (23/11/2022) membebaskan 32 orang yang dituduh melakukan kejahatan dalam serangan terhadap Muslim pada tahun 1992.

Serangan itu mengakibatkan pembongkaran Masjid Babri abad ke-16 di kota Ayodhya, Uttar Pradesh dan menewaskan 2.000 orang.

Kekacauan itu disebabkan oleh hasutan para pentolan Partai Bharatiya Janata (BJP) nasionalis Hindu India.

Kini mereka semua telah dibebaskan dari hukuman. 

Tujuh belas dari 49 orang yang dituduh meninggal karena sebab alami selama persidangan di India yang lamban.

Adapun dedengkot BJP yang menjadi biang kerok kerusuhan adalah Lal Krishna Advani, Murli Manohar Joshi, Uma Bharti dan Kalyan Singh.

Mereka mengatakan penghancuran masjid tersebut merupakan ledakan spontan oleh ekstremis Hindu yang marah.

Putusan itu mengikuti putusan Mahkamah Agung India November lalu yang mendukung pembangunan sebuah kuil Hindu di lokasi yang disengketakan di Ayodhya.

Putusan tersebut dikritik tajam oleh Zafryab Jilani, juru bicara All India Muslim Personal Law Board, sebuah badan perwakilan untuk Muslim India. 

"Ini adalah penilaian yang salah karena bertentangan dengan bukti dan melawan hukum," katanya.

Maulana Khalid Rashid, ketua Islamic Center of India, menyoroti bahwa umat Islam selalu menghormati keputusan pengadilan, tetapi ini merupakan ketidakadilan bagi masyarakat.

Rashid mengatakan organisasi Muslim harus mengevaluasi apakah bijaksana untuk menentang keputusan tersebut.

"Akankah umat Islam mendapatkan keadilan di sana?” katanya menambahkan.

India, dengan populasi lebih dari 1,3 miliar, adalah 80 persen Hindu dan 14 persen Muslim, yang berarti memiliki salah satu populasi Muslim terbesar di negara mana pun di dunia.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved