Breaking News:

Oknum Polantas Makassar Todongkan Pistol ke Perut Santri Penghafal Quran di Gowa

Oknum polisi yang bertugas di Satuan Lalulintas (Polantas) Polrestabes Makassar itu dengan arogannya menodongkan pistol ke arah perut santridi Gowa

(FACEBOOK)
ILUSTRASI-Oknum Polantas Makassar Todongkan Pistol ke Perut Santri Penghafal Quran di Gowa 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Institusi Polri kembali dicoreng oleh ulah anggotanya sendiri. Banyaknya oknum nakal di tubuh Polri membuat institusi ini selalu menjadi cemoohan publik.

Kali ini, seorang oknum polisi di Gowa berpangkat Brigadir berinisial AH membuat malu institusi polisi.

Dengan arogannya, ia menodong sejumlah santri penghafal Quran dan mengancamnya dengan pistol.

Oknum yang bertugas di Satuan Lalulintas Polrestabes Makassar itu terjadi di Pesantren Tahfizul Quran Imam Al-Zuhri di Jl Veteran Bakung, Kelurahan Samata Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (23/11/22) malam.

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Imam Az-Zuhri mengatakan ada empat santrinya yang mendapat pengancaman dari Brigadir AH.

Selain ditodongkan pistol, Brigadir AH juga menarik kerah baju santrinya.

"Satu orang ditodong pistol di arah perut. Ada tiga santri yang ditarik kerah bajunya. Kasus ini pun sudah dilaporkan dan sudah diambil keterangannya di Mapolres Gowa," jelasnya pada Selasa (29/11/2022) dikutip dari Kompas.com.

Kejadian berawal ketika Brigadir AH merasa kesal karena ada orang yang melemparkan batu ke arah rumahnya.

Brigadir AH mengira para santri yang melakukan aksi pelemparan batu dan ia mendatangi pesantren dalam keadaan emosi.

Namun setelah diperiksa rekaman CCTV, bukan para santri yang melempar batu ke rumah Brigadir AH. 

"Tapi setelah dibuka CCTV yang ada di pondok pesantren, pelaku pelemparan rumahnya bukanlah santri. Tapi ada anak-anak yang lewat," tambahnya.

Atas kejadian ini, pihak pondok telah melaporkan Brigadir AH ke Propam Polda Sulsel dan Polres Gowa.

"Sejauh ini, kami sudah laporkan ke Propam Polda Sulsel, dan hari ini kita lanjutkan pelaporan pidana di Polres Gowa," terangnya dikutip dari TribunGowa.com.

Pihak pondok dan para santri telah memaafkan tindakan Brigadir AH, namun laporan tetap diproses dan tidak ada kesepaktan damai.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved