Breaking News:

Rusia Sebut AS Sedang Kembangkan Covid-19 Jadi Senjata Biologis Mematikan

Adapun yang dikembangkan AS saat ini adalah patogen virus corona sintetis berdasarkan strain omicron dan varietas asli di Wuhan.

pixabay
Rusia Sebut AS Sedang Kembangkan Covid-19 Jadi Senjata Biologis Mematikan 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Rusia menuding Amerika Serikat (AS) sedang mengembangkan virus Covid menjadi senjata biologis yang mematikan.

Adapun yang dikembangkan AS saat ini adalah patogen virus corona sintetis berdasarkan strain omicron dan varietas asli di Wuhan.

"Virus yang dimodifikasi yang diperoleh oleh orang Amerika membunuh 80 persen hewan model yang terinfeksi, menyebabkan tanda-tanda neurologis yang tidak normal dan kerusakan paru-paru yang signifikan."

"Pengujian antibodi mengungkapkan penurunan 11 kali lipat dalam kapasitas mereka untuk menetralkan virus baru, serta ketidakefektifan vaksinasi saat ini," kata Igor Kirillov, kepala pasukan pertahanan biologi dan kimia Rusia dalam konferensi pers pada hari Sabtu kemarin.

Kirillov mengklaim virus yang dimodifikasi itu dikembangkan oleh Universitas Boston.

Dia menambahkan bahwa AS melanjutkan aktivitas biologis militernya di negara ketiga, dan lebih memilih melakukan eksperimen di luar negeri karena tingginya risiko kecelakaan.

Rusia, katanya, akan menuntut pembentukan mekanisme yang efektif untuk memantau kegiatan semacam itu pada pertemuan Konvensi Senjata Biologis mendatang. 

Dilansir dari TASS, Moskow mendesak Washington untuk memberikan penjelasan komprehensif mengenai kegiatan tersebut di markas PBB di Jenewa pada Senin (28/11/2022).

Delegasi Rusia untuk PBB, Gennady Gatilov mengatakan aktivitas biologis militer itu didanai langsung oleh Departemen Pertahanan AS di laboratorium di luar wilayah AS, termasuk di bekas republik Uni Soviet.

"Jauh dari benua Amerika Utara dan dekat dengan perbatasan Rusia," kata Gatilov.

Gatilov mengatakan jika Rusia telah berulangkali menuntut penjelasan ke AS soal aktifitas biologis militer terseubut ke AS. 

Namun AS tak pernah memberikan jawaban yang memuaskan.

“Permintaan berulang kami yang ditujukan kepada pihak Amerika untuk penjelasan lengkap mengenai kegiatan semacam itu belum dijawab untuk kepuasan kami. Kerahasiaan seperti itu dan penolakan Amerika Serikat terhadap keberatan Rusia hanya menegaskan bahwa mereka beralasan,” kata kepala delegasi Rusia itu.

( TRIBUNPEKANBARU.COM )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved