Breaking News:

Amerika Serikat Mulai Ragu Beri Bantuan Rudal Patriot ke Ukraina?

Amerika Serikat mulai ragu mengirimkan bantuan amunisi, rudal permukaan-ke-udara Patriot ke Ukraina.

Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: Ilham Yafiz
AFP
Amerika Serikat Ragu Beri Bantuan Rudal Patriot ke Ukraina? 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Amerika Serikat mulai ragu mengirimkan bantuan amunisi, rudal permukaan-ke-udara Patriot ke Ukraina.

Pemerintah Amerika Serikat kini sedang mempertimbangkan apakah akan memberikan bantuan rudal tersebut.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengungkapkan hal itu beberapa minggu setelah Kiev secara eksplisit meminta sistem senjata yang mahal itu.

Diberitakan Rusia Today, berbicara dalam jumpa pers hari Selasa , seorang pejabat senior Pentagon yang tidak disebutkan namanya ditanya apakah Washington memiliki rencana untuk mengirim Patriot ke Ukraina, tetapi hanya menjawab: "Saya hanya akan mengatakan bahwa semua kemampuan ada di atas meja," ujarnya

Ditekan apakah itu termasuk rudal Patriot, pejabat itu mengakui senjata itu adalah “salah satu kemampuan pertahanan udara yang sedang dipertimbangkan” oleh pemerintahan Joe Biden.

Brigadir Jenderal Angkatan Udara Pat Ryder kemudian menguraikan pernyataan tersebut pada konferensi pers terpisah , bagaimanapun, mengatakan bahwa sementara pertahanan udara adalah "prioritas" untuk Ukraina dan bahwa Washington sekarang sedang mendiskusikan "berbagai kemampuan," tidak ada rencana segera untuk mentransfer baterai Patriot.

Dia menyarankan bahwa nanti bisa berubah, bagaimanapun, melanjutkan dengan mengatakan bahwa senjata semacam itu bukan "plug-and-play" dan akan membutuhkan dukungan pelatihan dan pemeliharaan yang signifikan.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg juga menyoroti kemungkinan pengiriman Patriot ke Ukraina selama pertemuan aliansi di Bukares pada hari Selasa, tetapi juga menunjukkan komplikasi terkait pemeliharaan dan pelatihan.

Moskow secara vokal menentang pengerahan Patriot dan personel pendukung NATO ke Ukraina, dengan wakil kepala Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, memperingatkan bahwa pengiriman semacam itu akan menjadi "target yang sah" bagi pasukan Rusia.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmitry Kuleba pertama kali melayangkan permintaan untuk sistem pertahanan udara setelah pembicaraan dengan rekannya dari Amerika awal bulan ini, mengatakan,

"Saya yakin bahwa waktu untuk 'Patriot' telah tiba." Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken kemudian mengkonfirmasi diskusi tersebut, tetapi tidak menyebutkan rudal Patriot.

Sementara beberapa sekutu telah memasok Kiev dengan sejumlah besar sistem anti-udara yang lebih ringan dan portabel seperti rudal Stinger buatan AS dan Thunderbolt Polandia, Ukraina telah berulang kali menyerukan pertahanan udara yang lebih berat.

Sampai saat ini, hanya segelintir negara yang telah memenuhi permintaan tersebut, dengan Washington baru-baru ini menyediakan Sistem Rudal Permukaan-ke-Udara Tingkat Lanjut Nasional (NASAMS), sementara Slovakia sebelumnya mentransfer satu-satunya platform S-300 dengan syarat Pentagon akan menggantinya dengan rudal. Baterai Patriot.

( Tribunpekanbaru.com )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved