Breaking News:

Berita Siak

Dugaan Pelecehan Siswi MTs, LAMR Siak: Pelaku Bisa Saja Diusir Jika Terbukti Bersalah

Dugaan pelecehaan terhadap siswi MTs Siak menjadi pembahasan di Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Siak.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Tribunpekanbaru.com/Mayonal Putra
Tokoh adat Melayu Siak Hamdan Saili (berdiri) berdampingan dengan Timbalan DPH LAMR Siak Datuk H Makmur (putih) dan tokoh pemuda Siak Tatang Safrawi saat merespon kasus dugaan kasus pelecehan, Senin (28/11/2022). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Dugaan pelecehaan terhadap siswi MTs Siak menjadi pembahasan di Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Siak.

LAMR Siak mengawal proses hukum di kepolisian serta memikirkan langkah-langkah untuk sanksi adat terhadap pelaku.

Timbalan DPH LAMR Siak Datuk H Makmur mengatakan, pihaknya didesak oleh pemuda dan tokoh-tokoh masyarakat untuk bersikap atas kasus pelecehan itu.

LAMR Siak menerima kehadiran sejumlah tokoh yang mendesak agar LAMR bersikap tegas terhadap pelaku kasus tersebut.

“Kita sudah adakan pertemuan awal Senin kemarin, memang belum pertemuan untuk mengambil keputusan. Baru pertemuan LAMR Siak dengan sejumlah masyarakat,” kata Datuk H Makmur, Selasa (29/11/2022).

Ia mengatakan, sejumlah tokoh masyarakat datang perihal adanya pelanggaran norma -norma adat dan norma agama oleh seorang oknum juru dakwah terhadap seorang anak MTs.

Pihaknya menyambut baik desakan tokoh masyarakat bahwa LAMR mendukung upaya hukum yang sedang berlangsung di Polres Siak.

“Apalagi korbannya adalah anak di bawah umur, anak yang menjadi generasi penerus kita ke depan,” kata dia.

Ia berjanji kesimpulan dari pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat akan menjadi pembahasan dalam rapat LAMR Siak. Kemudian akan disampaikan kepada pihak pemegang kekuasaan dan pihak penegak hukum.

“Kami berupaya agar masalaah hukumnya ini berjalan dengan baik di aparat penegak hukum. Kami mendukung untuk tidak adanya perdamaian antara korban dengan pelaku, agar kejadian yang sama tak terulang kembali,” kata dia.

Datuk H Makmur menegaskan LAMR Siak sebagai lembaga akan mengawal kasus tersebut hingga tuntas. LAMR Siak akan tetap berpegang pada proses hukumnya.

“Segala sesuatu melalui prosedur. Karena itu kami kepada Polres Siak agar tegas serta mengusut tuntas kasus ini. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga kita minta turun mendampingi korban,” kata datuk.

Tidak hanya itu, LAMR Siak juga meminta agar terlapor dibebastugaskan dari seluruh instansi mulai saat ini. Pihaknya mendengar terduga pelaku merupakan seorang penyuluh agama di salah satu KUA, pengurus di bagian kecamatan dari Baznas, pengurus badan wakaf, serta menjabat di sejumlah organisasi keagamaan.

“Kita minta pelaku dipecat dari semua itu, serta tidak ikut lagi mengisi ceramah-ceramah agama di Siak dari sekarang,” kata dia.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved